Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Seorang tukang bangunan bernama Zamzami (40), warga Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, mengalami kecelakaan kerja setelah tersengat arus listrik saat mengerjakan pembangunan sebuah rumah, Minggu (26/7/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang bekerja di bagian atap teras rumah. Saat beraktivitas di atas bangunan, korban diduga tidak sengaja menyentuh jaringan listrik sehingga tersengat arus listrik dan langsung tidak sadarkan diri di atas atap.
Karena posisi korban berada di ketinggian dan sulit dijangkau, proses evakuasi dilakukan menggunakan mobil Truck Mounted Crane (TMC). Sejumlah warga bersama petugas naik ke atas atap untuk mengevakuasi korban, sementara warga lainnya bersiaga di bawah.
Agar proses penurunan berlangsung aman, tubuh korban terlebih dahulu dibalut menggunakan kain sarung sebelum diikat dan diturunkan dengan bantuan crane. Evakuasi berlangsung dramatis dan menjadi perhatian warga yang memadati lokasi kejadian.
Setelah berhasil diturunkan, korban yang masih dalam kondisi tidak sadarkan diri langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca juga: SD Sikundo Harap PIP, Tunjangan Guru Dacil, Aceh Barat Rumuskan Insentif Bagi Pendidik di Pedalaman
Keuchik Gampong Blang Beurandang, Marzuki, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban tersengat arus listrik saat mengerjakan pembangunan rumah milik warga di desa tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan, bahwa korban saat ini dalam kondisi stabil karena tidak bersentuhan langsung dengan kabel listrik secara fisik. Namun, kecelakaan ini terjadi karena posisi kerja korban berada terlalu dekat dengan jaringan kabel listrik tegangan tinggi (SUTM/3 fasa).
Hal ini bisa saja terjadi karena ada kemungkinan arus tegangan tinggi melompat atau memicu loncatan gelombang listrik ke benda maupun tubuh manusia yang berada di dalam radius batas jarak aman, meskipun tanpa sentuhan fisik langsung.
Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tim medis RSUD Cut Nyak Dhien untuk memastikan kondisi korban. Berdasarkan informasi dari tim dokter IGD, Zamzami tiba di rumah sakit sekitar pukul 18.20 WIB dengan keluhan utama mengalami kontak listrik yang mengakibatkan luka bakar sekitar 63 persen pada tubuhnya.
Meski mengalami luka bakar cukup serius, kondisi pasien dilaporkan stabil. Tim medis telah melakukan tindakan resusitasi serta memberikan terapi dan obat-obatan sesuai prosedur penanganan pasien korban sengatan listrik.
"Saat ini pasien dalam kondisi stabil dan telah dirawat di ruang rawat inap bedah. Rencana tindak lanjut akan dilakukan tindakan debridement pada Senin pagi pukul 08.00 WIB di ruang operasi," ujar Teuku Ronal.
Dikatakannya, bahwa debridement merupakan prosedur medis untuk mengangkat jaringan yang mati, rusak, atau terinfeksi pada area luka. Tindakan tersebut bertujuan membersihkan luka sehingga jaringan sehat dapat tumbuh kembali dan mempercepat proses penyembuhan pasien.(*)