Rekam Jejak Destry Damayanti, Pjs Gubernur BI Usai Perry Warjiyo Mundur
Darwin Sijabat July 27, 2026 11:03 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Nahkoda Bank Indonesia (BI) resmi bertukar kemudi usai pejabat sebelumnya mengundurkan diri. 

Setelah Perry Warjiyo mengajukan pengunduran diri secara resmi dari posisi Gubernur BI, posisi puncak otoritas moneter tanah air tersebut kini diampu oleh Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo dan tengah memproses Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian secara hormat.

“Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” kata Prasetyo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026).

“Maka yang pertama Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo. Tentu disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih 7 tahun lamanya memimpin Bank Indonesia,” lanjutnya.

Mengenai langkah ke depan, Istana menyatakan belum ada instruksi atau pembahasan khusus antara Presiden Prabowo dengan Destry Damayanti lantaran proses administrasi yang berlangsung cepat.

“Kalau pertanyaan pesan khusus, sementara belum ada ya. Prosesnya baru beliau berkirim surat dan belum sempat ada pertemuan,” ujar Prasetyo.

“Untuk selanjutnya, secara administratif tentu hari ini akan kami tindaklanjuti berkenaan dengan surat pengunduran diri tersebut karena sesuai mekanisme, maka akan diterbitkanlah keputusan presiden berkaitan dengan pemberhentian beliau secara hormat dari jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia,” pungkasnya.

Baca juga: Profil Thomas Djiwandono, Wamenkeu yang Masuk Calon Deputi Gubernur BI yang Juga Keponakan Prabowo

Baca juga: Maling Motor Santai Beraksi di JBC Jambi, Pelaku Gondol Honda CRF

Profil dan Rekam Jejak Destry Damayanti: Srikandi Ekonomi Lulusan Cornell

Ditunjuknya Destry Damayanti sebagai Pjs Gubernur BI membawa sosok ekonom senior dengan pengalaman lintas sektor—mulai dari akademisi, kementerian, perbankan global, hingga lembaga penjamin simpanan.

Lahir pada 16 Desember 1963, Destry mengantongi gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) serta gelar Master of Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat. 

Kariernya diawali di dunia riset pada 1989 sebagai asisten peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID) serta peneliti di Fakultas Ekonomi UI.

Pengalaman birokrasi dan analisis kebijakan moneter dibentuknya saat bertugas di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM) Kementerian Keuangan (1992–1997). 

Setelah itu, Destry merambah sektor pasar keuangan swasta dan internasional dengan menjabat sebagai Ekonom Citibank Indonesia (1997–2000), Senior Economic Advisor Duta Besar Inggris untuk Indonesia (2000–2003), Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005–2011), dan Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011–2015).

Kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya makin kuat saat Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2015. 

Kariernya di regulator berlanjut sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015–2019, sebelum akhirnya diangkat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia berdasarkan Keppres No 74/P Tahun 2019 dan dilantik pada 7 Agustus 2019. 

Di luar ranah profesional, ia juga dipercaya memimpin almamaternya sebagai Ketua Umum ILUNI FEB UI periode 2019–2021.

Perjalanan Karier Perry Warjiyo: 42 Tahun Mengabdi di Otoritas Moneter

Di sisi lain, pengunduran diri Perry Warjiyo menandai akhir dari masa bakti panjang seorang ekonom tulen asal Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana CSR BI, 2 Tersangka Anggota DPR RI, Ruang Gubernur BI Digeledah KPK

Baca juga: Relawan Gibran Sebut Jokowi Pengecut Itu 1.000 Persen Salah Besar: Kalau Roy-Tifa Ya

Lahir pada 25 Februari 1959, Perry menuntaskan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (1982) sebelum meraih gelar M.Sc (1989) dan Ph.D (1991) dalam bidang ekonomi moneter dan internasional dari Iowa State University, AS.

Perjalanan Perry di Bank Indonesia membentang selama lebih dari empat dekade sejak Januari 1984. 

Meniti karier dari bawah di Desk Penyelamatan Kredit, Perry dipercaya menjadi Staf Gubernur BI (1992–1995), Kepala Biro Gubernur (1998), Project Leader Unit Khusus Program Transformasi (2001), Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebangsentralan (2003), hingga Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial (2005–2007).

Kiprah internasionalnya terukir saat diangkat sebagai Direktur Eksekutif South East Asia Voting Group (SEAVG) IMF (2007–2009) mewakili 13 negara anggota. 

Usai menjabat sebagai Deputi Gubernur BI (2013–2018), Perry resmi dilantik menjadi Gubernur BI ke-16 pada 23 Mei 2018 hingga kepemimpinannya berakhir pada 27 Juli 2026.

Baca juga: Satu Penumpang Travel Padang-Jambi yang Tercebur di Sungai Batanghari Masih Dicari

Baca juga: Breaking News Diduga Sopir Ngantuk, Mobil Travel Padang-Jambi Tercebur ke Sungai Batanghari

Baca juga: Mahfud MD Duga Ada Pelanggaran Hukum dan Skenario Khusus Kasus Febrie

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.