TRIBUNPALU.COM - Destry Damayanti, resmi ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur BI sementara menggantikan Perry Warjiyo.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai pejabat Gubernur BI saat ini, setelah Perry Warjiyo Gubernur BI mengundurkan diri dari jabatannya, pada Senin (27/7/2026).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri tersebut.
“Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden. Yang kemudian sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama kita mengacu kepada Undang-Undang Bank Indonesia,” ujar Prasetyo Hadi, Senin (27/7/2026).
Sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia, posisi Gubernur BI untuk sementara dijalankan oleh Destry Damayanti.
Lantas, siapakah sebenarnya sosok Destry Damayanti yang kini menakhodai Bank Indonesia?
Baca juga: Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia, Digantikan Destry Damayanti
Destry Damayanti dikenal luas sebagai seorang ekonom senior yang memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan.
Perempuan kelahiran Jakarta, 16 Desember 1963, ini memadukan latar belakang akademik kuat dengan pengalaman praktis.
Langkah awalnya di dunia ekonomi dimulai saat ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia.
Keahliannya di bidang analisis moneter semakin diperdalam dengan meraih gelar Master of Science dari Cornell University, AS.
Perjalanan karier profesional Destry diawali dari dunia riset sebagai asisten peneliti di Harvard Institute for International Development.
Ia juga sempat mengabdikan ilmunya di Pusat Antar Universitas untuk Ekonomi serta Institut Manajemen FE UI.
Pengalaman di instansi pemerintah ia rintis saat bertugas di Badan Analisa Keuangan dan Moneter Kementerian Keuangan.
Baca juga: Damkar Pemkab Banggai Tak Jangkau Wilayah Terjauh, Padamkan Api Andalkan Ember dan Mobil Perusahaan
Rekam jejaknya di sektor perbankan komersial pun sangat solid, diawali sebagai ekonom di Citibank Indonesia.
Kariernya kian melesat saat dipercaya menjabat sebagai Kepala Ekonom di PT Mandiri Sekuritas.
Tak berhenti di situ, Destry kemudian menduduki posisi strategis sebagai Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk.
Di luar sektor perbankan, ia pernah ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK pada 2015.
Kiprahnya di Bank Indonesia sendiri dimulai sejak ia dilantik menjadi Deputi Gubernur Senior BI pada 2019 lalu.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI, ia memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi bank sentral, mulai dari menjaga stabilitas nilai tukar hingga mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.
Menurut Destry, perubahan lanskap ekonomi akibat digitalisasi menuntut Bank Indonesia untuk menjadi institusi yang lebih proaktif, adaptif, dan inovatif dalam merumuskan kebijakan.
"Dengan landscape perekonomian yang berubah dengan digitalisasi BI harus proaktif, adaptif, dan inovatif dalam bentuk respons kebijakan," ujarnya saat itu.
Ia juga menekankan bahwa digitalisasi sistem pembayaran harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok berpendapatan rendah dan pelaku UMKM, agar dapat meningkatkan kesejahteraan.
"Sistem pembayaran, digitalisasi harus bisa dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat, terutama yang berpendapatan rendah dan UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan," papar Destry.
Selain itu, Destry menilai pendekatan yang adaptif akan membantu Bank Indonesia meminimalkan dampak volatilitas ekonomi global terhadap perekonomian nasional.
Ia juga menegaskan pentingnya optimalisasi bauran kebijakan BI yang meliputi kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, koordinasi antarlembaga, serta pendalaman pasar keuangan sebagai upaya menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sumber: kompas.com