Puluhan Pesepakbola Sumut Gagal Berangkat ke Liga Top Skor Nasional, Diduga Sudah Bayar Rp5,5 Juta
Ayu Prasandi July 27, 2026 12:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Puluhan pesepak bola muda asal Sumatera Utara dilaporkan gagal berangkat mengikuti Liga Top Skor Nasional Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Bogor, Jawa Barat. 

Peristiwa ini pun viral di media sosial dan memicu kekecewaan para orangtua maupun pemain yang telah mempersiapkan diri untuk tampil di ajang nasional tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Medan, para pemain yang berasal dari kategori usia U-14 dan U-16 itu sebelumnya telah menyetorkan biaya sebesar Rp5,5 juta per orang kepada salah seorang oknum panitia penyelenggara Liga Top Skor Regional Sumatera Utara.

Dana tersebut disebut sebagai biaya keberangkatan dan keikutsertaan mereka pada putaran nasional.

Setelah melakukan pembayaran, para pemain dan orangtua dijanjikan akan diberangkatkan menuju Bogor sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Para pemain tersebut sebelumnya dijanjikan akan menjadi wakil Sumatera Utara melalui Tim TSI Sumut (Top Skor Indonesia Sumut) pada ajang Liga Top Skor Nasional Championship 2026.

Sementara itu, empat tim resmi perwakilan Sumatera yang memang telah memastikan lolos ke putaran nasional diketahui sudah tiba di Bogor untuk mengikuti kompetisi. Keempat tim tersebut adalah SSB Tasbi dan Perpapi pada kategori U-14, serta SSB Sejati Jaya dan Perbaungan City pada kategori U-16.

Namun, hingga waktu keberangkatan tiba, janji tersebut tak kunjung terealisasi.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah orangtua menyebutkan, anak-anak awalnya dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Kualanamu pada Sabtu (25/7/2026). 

Namun keberangkatan tersebut mendadak dibatalkan.

Selanjutnya, mereka kembali diinformasikan bahwa keberangkatan diundur menjadi Minggu (26/7/2026) pagi.

Harapan itu pun kembali pupus setelah jadwal kembali berubah ke siang hari.

Ironisnya, hingga Minggu siang, sebanyak 24 pemain beserta para pendamping atau orangtua yang telah berada di bandara belum juga menerima tiket pesawat ataupun kepastian keberangkatan.

Kondisi tersebut membuat para orangtua kebingungan sekaligus kecewa.

Anak-anak yang sebelumnya sangat antusias untuk bertanding di tingkat nasional harus menelan kenyataan pahit karena gagal berangkat tanpa adanya kepastian.

Konfirmasi telah dilakukan melalui pesan WhatsApp pada Senin (27/7/2026).

Namun hingga saat ini, pesan yang dikirim belum diterima karena nomor yang bersangkutan masih tidak aktif atau hanya menunjukkan tanda centang satu.

Tribun Medan akan terus mengupayakan konfirmasi dari pihak terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai penyebab batalnya keberangkatan puluhan pesepak bola muda Sumatera Utara tersebut serta kejelasan terkait dana yang telah dibayarkan para peserta.

(Cr29/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.