BANGKAPOS.COM - Timnas Indonesia akan melakoni laga Grup A Piala AFF 2026 melawan Kamboja di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada malam ini, Senin (27/7/2026) pukul 20.30 WIB.
Tim Garuda lebih superior dibanding Kamboja.
Dalam delapan laga kandang terakhir melawan berbagai negara, Indonesia meraih enam kemenangan, sekali hasil imbang, dan sekali menelan kekalahan.
Indonesia mampu mencatatkan 16 gol atau rata-rata dua gol setiap pertandingan. Hanya Lebanon dan Bulgaria yang pertahanannya gagal dibongkar oleh Tim Merah Putih.
Berbanding terbalik dengan Kamboja yang menuai hasil negatif pada pertandingan terakhir.
Kamboja tumbang 1-2 saat melawan Singapura pada laga pertama Grup A Piala AFF 2026.
Indonesia mempunyai catatan bagus saat menghadapi Angkor Warriors, julukan Timnas Kamboja.
Dalam catatan 11v11, Indonesia mampu menang 17 kali dan imbang sekali saat melawan Kamboja di semua ajang.
Dari statistik di atas, Indonesia jelas menjadi unggulan menang dalam laga melawan Kamboja malam hari ini.
Dalam dua pertemuan terakhir pada laga fase grup Piala AFF, Indonesia menang 4-2 (2016) dan menang 2-1 (2020).
Timnas Indonesia menutup rangkaian persiapan di Bali dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Bali United dalam laga uji coba di Bali United Training Center, Gianyar, Selasa (21/7/2026).
Hasil tersebut membuat pelatih John Herdman puas dengan perkembangan yang ditunjukkan Skuad Garuda menjelang ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026.
Tiga gol kemenangan Indonesia dicetak Marc Klok, Dony Tri Pamungkas, dan Mitchell Baker.
Laga tersebut dimanfaatkan Herdman untuk menguji skema permainan sekaligus memberi kesempatan tampil kepada seluruh pemain sebelum memasuki fase grup.
John Herdman menilai anak asuhnya tampil solid sepanjang pertandingan dan berhasil memenuhi target utama dari laga uji coba tersebut.
“Ini merupakan penampilan tim yang sangat kuat. Kami bisa memberikan menit bermain yang berharga kepada setiap pemain, dan itu merupakan salah satu target penting bagi kami,” ujar John Herdman.
Pelatih asal Inggris itu juga melihat perkembangan positif dalam penerapan taktik yang selama ini dibangun selama pemusatan latihan.
“Kami mulai melihat tanda-tanda yang jelas dari identitas taktik kami, dan tim menunjukkan perkembangan yang baik hari ini,” terangnya.
Meski puas dengan performa tim, Herdman menegaskan masih ada sejumlah aspek yang perlu disempurnakan sebelum laga perdana ASEAN Championship 2026.
Baik Indonesia maupun Kamboja di Piala AFF 2026 sama-sama mengandalkan pemain naturalisasi.
Timnas Indonesia mengandalkan kombinasi pemain lokal berkualitas dan amunisi baru berstatus WNI seperti Mitchell Baker, serta pilar lini tengah kreatif seperti Thom Haye, di bawah komando pelatih John Herdman.
Sementara The Angkor Warriors wajib diwaspadai karena mengandalkan pilar naturalisasi seperti Alisher Mirzayev sebagai pengatur tempo serta penyerang tajam asal Brasil Iago Bento, meski baru saja menelan kekalahan 1-2 dari Singapura di laga pembuka.
Indonesia sudah pernah ambil bagian dalam Piala AFF sebanyak 15 kali.
Hasilnya, Indonesia mampu menang sembilan kali, empat kali imbang, dan dua kali menelan kekalahan.
Dalam lima edisi terakhir, rekam jejak Indonesia di laga pembuka terbilang kurang memuaskan.
Tim Merah Putih membukukan dua kemenangan, sekali hasil imbang, dan dua kali menelan kekalahan.
Hasil negatif ditelan Indonesia saat melawan Thailand (2-4 - Piala AFF 2016) dan Singapura (0-1 - Piala AFF 2018).
Dua Piala AFF berikutnya, Indonesia memetik kemenangan atas Kamboja dengan skor 4-2 (Piala AFF 2020) dan 2-1 (Piala AFF 2022).
Pada pertandingan pertama edisi terakhir, Indonesia gagal menang saat berhadapan dengan Laos.
Bertanding di Stadion Manahan pada 12 Desember 2024, Indonesia bermain imbang 3-3.
Sementara itu pelatih Kamboja, Koji Gyotoku mengatakan pemain naturalisasi sangat membantu Timnas Kamboja dan memberikan dorongan penting bagi tim.
"Sepakbola Kamboja masih terus tumbuh dan berkembang, sehingga mereka dapat membantu mengisi beberapa kekurangan serta berkontribusi pada perkembangan sepakbola yang berkelanjutan di Kamboja," ujarnya.
Dimintai tanggapan usai kekalahan pertandingan perdana versus Singapura, Gyotoku menjelaskan bahwa timnya tidak benar-benar baik dalam menjalankan taktik karena memiliki pemain baru dan pemain-pemain muda di dalam tim, dan beberapa mereka dalam kondisi yang tidak baik.
"Saya benar-benar minta maaf tidak bisa tampil baik dan kebobolan pada menit-menit akhir karena beberapa faktor, salah satunya adalah karena ada pengecekan VAR sehingga kami kehilangan fokus," katanya.
Legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, menyambut antusias bergulirnya Piala AFF 2026.
Mantan kapten skuad Garuda itu optimistis Indonesia mampu mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara setelah enam kali hanya finis sebagai runner-up.
Optimisme Bambang tak lepas dari hadirnya pelatih baru John Herdman yang dinilainya membawa harapan baru, ditambah komposisi pemain yang berkualitas dan dihuni banyak talenta muda potensial.
Menurut pria yang akrab disapa Bepe itu, dua nama yang paling mencuri perhatiannya adalah gelandang serang muda Persib Bandung, Beckham Putra dan gelandang muda Persija, Rayhan Hannan.
Keduanya diyakini dapat memberikan warna baru bagi permainan Timnas Indonesia di ajang sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.
"Beckham adalah salah satu pemain yang menurut saya memberikan nuansa baru di Tim Nasional Indonesia. Dua pemain yang cukup menyita perhatian saya adalah Beckham dan Hannan," kata Bambang.
Sebagai mantan penyerang Timnas Indonesia, Bepe mengaku melihat potensi besar dari kedua pemain tersebut untuk menjadi pembeda di lini serang skuad Garuda.
"Saya seorang penyerang, jadi saya melihat dua pemain ini bisa memberikan nuansa baru di Tim Indonesia. Saya yakin kalau Beckham dan Hannan diberi kesempatan bermain di Piala AFF ini, mereka bisa menjadi kekuatan baru yang membuat Indonesia lebih baik," terangnya.
Bepe juga menegaskan bahwa daftar pemain yang dipilih John Herdman merupakan hasil pertimbangan terbaik dari tim pelatih.
Pelatih Timnas ndonesia John Herdman membuat keputusan tidak biasa di Piala AFF 2026 atau ASEAN hampionship 2026.
Pelatih asal Inggris itu memilih dua nama sebagai striker murni tanpa caps atau menit bermain, sebagai andalan terdepan di Tim Garuda.
Dua pemain tersebut adalah Jens Raven dan Mitchell Baker.
Jens Raven dan Mitchell Baker merupakan dua sosok pemain yunior di Timnas Indonesia.
Raven berusia 21 tahun, sedangkan Mitchell Baker jauh lebih muda, 19 tahun.
Raven dan Mitchell sama-sama pemain naturalisasi, berdarah Indonesia.
Kedua pemain tanpa pengalaman di Timnas Indonesia itu diberi kesempatan oleh Herdman untuk membuktikan diri.
Mitchell baru memperoleh satus WNI beberapa waktu lalu, sedangkan Jens Raven juga hanya mencetak 1 gol di Super League 2025-2026 bersama Bali United.
Eks pelatih Timnas Kanada itu mencoret enam striker yang sempat mengikuti pemusatan latihan tahap pertama.
Para pemain tersebut sempat menjadi andalan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Mereka adalah Mauro Zijlstra, Hokky Caraka, Arkhan Kaka, Eksel Runtukahu, Rafael Struick dan Ramadhan Sananta.
Mauro Zijlstra terpaksa dicoret karena mengalami cedera saat mengikuti pemusatan latihan.
5 Pertemuan Terakhir
Prediksi Susunan Pemain
Indonesia (3-4-2-1):
Nadeo Argawinata; Jordi Amat, Rizky Ridho, Justin Hubner; Sandy Walsh, Tom Haye, Ivar Jenner, Dony Tri Pamungkas; Marselino Ferdinan, Beckham Putra; Ragnar Oratmangoen.
Pelatih: John Herdman
Kamboja (3-4-3):
Kimhuy Hul; Hikaru Mizuno, Sovann Ouk, Phat Sokha; Dimong Sophal, Samuel Bong, Yudai Ogawa, Alisher Mirzaev; Abdel Coulibaly, Iago Fernandes, Noron Mat
Pelatih: Koji Gyotoku
Prediksi Skor:
Bangkapos.com: Indonesia 2-0 Kamboja
Jadwal Timnas Indonesia di Grup A
(Bangkapos.com/Tribunnews.com/Bolasport.com/Kompas.com)