TRIBUNBATAM.id, BATAM - Macet panjang terjadi di jalan Gajah Mada Kota Batam Provinsi Kepri, mulai dari Lampu traffic light Tiban Centre atau Vitka hingga fly over Sei Ladi. Kemacetan tersebut terjadi pada Senin (27/7/2026) mulai dsri pukul 06.40WIB hingga pukul 08.00WIB.
Kemacetan terjadi karena jalan gajah mada diketahui menjadi akses utama yang digunakan warga Sekupang dan sebagian dan Sagulung dan juga Batuaji yang bekerja di Wilayah Batuampar.
Bona Sardo salah satu pengendara yang menjadi korban dalam kemacetan tersebut memgatakan dirinya berangkat dari rumahnya di Batuaji sekitar pukul 07.15.00WIB.
Sardo mengagakan dirinya mulai terkena macet dari Tiban Vitka hingga fly over Sei Ladi.
Dia mengatakan kendaraan hanya bisa berjalan pelan bahkan lebih banyak berhenti. "Lambat kalilah pokoknya," kata Sardo.
Sardo mengatakan dirinya terjebak macet di lokasi tersbeut mulai dari Vitka hingga Fly Over Sei Ladi hampir satu jam. "Jadi tadi pagi itu saya baru bisa sampai di Fly over Sei Ladi hampir setengah delapan," kata Sardo.
Sardo mengatakan penyebab kemacetan tersebut karena perbaikan jalan di depan perumahan Sandona yang saat ini sedang dilakukan pengerjaan.
"Di depan perumahan itu ada perbaikan jalan, makanya macet total," kata Sardo.
Sementara diketahui Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memulai rekonstruksi Jalan Gajah Mada pada Sabtu, 25 Juli 2026. Pekerjaan difokuskan di ruas Pura Agung Amerta Bhuana hingga Taman Kota dan diperkirakan berlangsung selama empat pekan, bergantung pada kondisi cuaca serta situasi di lapangan.
Rekonstruksi dilakukan sebagai bagian dari upaya BP Batam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Berbeda dengan perbaikan biasa, proyek ini mencakup rekonstruksi menyeluruh, mulai dari pembongkaran beton yang rusak, perbaikan dan pemadatan lapis pondasi, pengecoran ulang menggunakan beton bertulang, hingga pengaspalan kembali.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan langkah tersebut dipilih agar jalan memiliki daya tahan yang lebih baik dalam jangka panjang.
“Kami memilih melakukan rekonstruksi secara menyeluruh pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar hasilnya lebih kuat dan memiliki usia yang lebih panjang. Langkah ini merupakan investasi untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik,” ujar Ariastuty. ( tribunbatam.id/ian )