TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Jumlah korban insiden ambruknya tribun penonton ajang Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Serie 3 2026 di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (26/7/2026), bertambah.
Hasil pendataan Polresta Banyumas, jumlah korban mencapai 83 orang.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi mengatakan, ada korban yang mengalami luka berat, termasuk patah tulang atau fraktur.
"Sementara data yang kami himpun, terdapat sekitar 83 korban yang dilaporkan kepada kami," kata Petrus, Senin (27/7/2026).
Baca juga: Temuan Awal Polisi Soal Ambruknya Tribun VIP di GOR Satria Purwokerto
Untuk memastikan jumlah dan kondisi korban, Petrus telah memerintahkan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Banyumas berkoordinasi dengan Dinkes KB Banyumas.
"Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, RS Orthopedi Purwokerto, RS DKT, dan beberapa rumah sakit lainnya," ujar Petrus.
Petrus berharap, seluruh korban dapat segera pulih dan proses penyelidikan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab pasti robohnya tribun tersebut.
"Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita para pengunjung."
"Saat ini, fokus kami adalah penanganan korban sekaligus menyelesaikan proses penyelidikan secara profesional agar penyebab pasti kejadian ini dapat diketahui," katanya.
Setelah insiden terjadi, Petrus mengatakan, Satreskrim Polresta Banyumas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab robohnya tribun penonton tersebut.
Penyidik juga telah memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara.
Baca juga: Tragedi Kejurnas Drift Speed Fest di GOR Satria Purwokerto: Tribun Penonton Ambruk, 75 Orang Terluka
Mereka yang dimintai keterangan antara lain penanggung jawab pusat, kru panggung, pihak yang mengerjakan tribun, kepala steward, pemimpin jalannya perlombaan Kejurnas Drift, event organizer (EO), penanggung jawab kegiatan, hingga unsur pengamanan.
"Hingga tadi malam sudah sekitar 10 orang saksi yang kami periksa," katanya.
Peristiwa ini terjadi saat ratusan penonton berebut kaus yang dilempar pembalap.
Struktur tribun penonton yang nonpermanen diduga bergeser hingga akhirnya roboh karena gerakan dari penonton. (*)