Warga Matraman Jawab Simpang Siur Pemicu Bentrokan: Bukan Soal Nasi Uduk tapi Knalpot Berisik
Jaisy Rahman Tohir July 27, 2026 02:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG  -  Pemicu bentrokan berdarah di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat sempat simpang siur.

Di media sosial beredar kabar bahwa penyebab bentrokan diawali karena massa korban tak mau membayar nasi uduk yang dibeli di kawasan Matraman Dalam.

Namun, Pengurus Masjid Jami Matraman, Rino Prabowo, meluruskan kabar simpang siur terkait pemicu bentrokan.

Ia menegaskan, kabar yang beredar di media sosial mengenai tuduhan warga tidak membayar nasi uduk sebagai pemicu utama perselisihan tersebut adalah tidak benar atau hoaks.

Rino menyebutkan bahwa insiden berdarah itu murni dipicu kekesalan akibat suara knalpot racing, sebagaimana telah dijelaskan oleh pihak kepolisian.

"Tidak, tidak ada itu (soal tidak bayar nasi uduk). Sesuai yang Bapak Kapolres bilang, itu sesuai. Kapolsek juga bilang sesuai itu," kata Rino kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Dijelaskannya, insiden berawal dari perselisihan jalanan terkait masalah knalpot. 

Pengendara motor yang tak terima ditegur kemudian kembali ke lokasi bersama kelompoknya hingga bentrokan tak terhindarkan.

"Iya, jadi dia sempat berboncengan motor gitu, terus karena tak terima, jadi akhirnya dia ke sini datang lagi dengan membawa pasukan," ungkap Rino.

Polri dan TNI Halau Massa Susulan

Rino juga menceritakan situasi mencekam pada malam setelah kejadian utama. 

Kelompok dari salah satu pihak sempat kembali mendatangi lokasi dengan membawa sejumlah senjata tajam.

Namun, berkat kesiapsiagaan jajaran TNI dan Polri, aksi susulan tersebut berhasil diredam sebelum situasi semakin memanas.

"Iya, sempat melihat langsung. Mereka datang untuk menunjukkan kekecewaan mereka. Tapi semua dibantu oleh pihak TNI-Polri; dihadang, diredam, diberikan pengertian bahwasanya semua proses hukum sudah berjalan. Jadi mereka mundur teratur," jelasnya.

Meski kelompok massa tersebut datang membawa sajam sebagai bentuk solidaritas dan kekecewaan atas jatuhnya korban dari pihak mereka, tindakan preventif petugas berhasil mengendalikan keadaan.

"Sudah ditangani semua sampai kepolisian, sudah diantisipasi, dilakukan kegiatan preventif. Sama-sama ditahan, jadinya terkendali lah sampai dengan sekarang dan seterusnya," tutur Rino.

Menyikapi perselisihan yang memakan korban jiwa tersebut, Rino mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu simpang siur yang beredar di luar.

Ia berharap tragedi serupa tidak kembali terulang di mana pun, khususnya di wilayah Matraman.

"Ya semua masyarakat kita sama-sama anak bangsa, jangan mudah terprovokasi," ujarnya.

Adapun saat ini di sekitar Jalan Matraman Dalam nampak dijaga oleh aparat TNI dan Polri untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.