Sudah 6 Kali Kasus Pencurian Ayam di Baturiti, Pecalang Patroli Malam Sebelum KD Tewas Diamuk Massa
Putu Kartika Viktriani July 27, 2026 02:41 PM

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Sedikitnya enam kasus pencurian ayam aduan dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Baturiti sepanjang 2026.

Maraknya aksi kriminal tersebut membuat pecalang bersama aparat desa memperketat patroli dan ronda malam sebagai upaya mencegah pencurian yang terus meresahkan warga.

Namun, situasi memuncak pada Jumat 24 Juli 2026 dini hari ketika KD, pria asal Desa Sidatapa, Buleleng, Bali diduga kepergok mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, lalu menjadi sasaran amuk massa hingga meninggal dunia.

 

Kepala Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, I Made Riasa, mengungkapkan wilayahnya memang beberapa waktu terakhir dihadapkan pada maraknya kasus pencurian ayam aduan. 

Kondisi tersebut bahkan membuat aparat desa bersama pecalang memperketat patroli dan ronda malam jauh sebelum insiden terduga pelaku pencurian ayam tewas diamuk massa di Banjar Dinas Juwuk Legi.

Baca juga: 5 Tersangka Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Baturiti Bali Terancam Pasal 262, Ini Hukumannya!

Menurut Riasa, aksi pencurian ayam tidak hanya terjadi di Desa Batunya, tetapi juga meresahkan warga di sejumlah desa sekitar, seperti Desa Baturiti dan Desa Antapan.

Tingginya intensitas kehilangan ayam membuat masyarakat semakin waspada, meski hingga saat itu mereka tidak mengetahui siapa pelaku di balik serangkaian pencurian tersebut.

"Kalau saya pantau di desa, belakangan ini memang banyak sekali terjadi pencurian ayam. Bukan hanya di Desa Batunya, tetapi juga di Desa Baturiti dan Antapan. Banyak warga kehilangan ayam," ujar Riasa saat dikonfirmasi, Senin 27 Juli 2026.

Riasa menjelaskan, ayam yang menjadi sasaran pencurian bukan ayam biasa, melainkan ayam aduan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Karena itu, setiap kehilangan yang dialami warga menimbulkan kerugian yang cukup besar.

"Saya memang tidak mengerti ayam. Namun katanya jika ayam bagus untuk aduan itu bisa mencapai Rp 5 juta per ekor," ujarnya.

Seekor ayam aduan milik warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali yang diduga dicuri pada Jumat 24 Juli 2026 (Tribun Bali)

Ia mengatakan, sebagian besar warga Desa Batunya memang memelihara ayam aduan, baik sebagai hobi maupun sebagai sumber penghasilan tambahan.

Tak heran jika maraknya pencurian ayam menjadi keresahan bersama di tengah masyarakat.

"Kurang lebih 80 persen warga di sini memelihara ayam aduan. Harganya juga cukup mahal, bahkan dari informasi yang saya dengar bisa mencapai sekitar Rp5 juta per ekor, tergantung kualitas ayamnya," tegasnya lagi.

Kasus Pencurian Ayam Sudah 6 Kali Sepanjang Tahun 2026

Sementara itu, Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H., didampingi Kapolsek Baturiti Kompol Nyoman Darsana, S.H menjelaskan di wilayah Baturiti memang termasuk rawan kasus pencurian. 

Bayu Pati mengakui  sepanjang 2026, Polsek Baturiti juga menerima enam laporan dugaan pencurian ayam di wilayah hukumnya.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati saat merilis penetapan lima tersangka terkait kasus pengeroyokan di Desa Batunya, Baturiti pada Minggu 26 Juli 2026 malam.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati saat merilis penetapan lima tersangka terkait kasus pengeroyokan di Desa Batunya, Baturiti pada Minggu 26 Juli 2026 malam. (Tribun Bali)

Meski demikian, dugaan pencurian yang melibatkan korban tetap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Memang di wilayah polsek Baturiti kerap terjadi kasus pencurian. Sepanjang tahun 2026, sudah ada 6 laporan kasus pencurian," imbuhnya.

Untuk diketahui dari kasus ini Ada lima warga yang ditetapkan sebagai tersangka, yang diduga menghajar dan menyeret terduga pelaku inisial KD dari Desa Sidatapa, Buleleng hingga meninggal dunia.

Kelima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, MK, dan ND. 

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, dalam proses penyelidikan pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap 18 saksi serta mengumpulkan sejumlah rekaman video yang beredar di masyarakat.

Dari rekaman tersebut, dan informasi yang digali dilokasi, didapat lima tersangka yang jelas terlibat dalam pengeroyokan KD.

"Untuk sementara kami fokus pada lima tersangka yang telah kami tetapkan. Jadi lima orang ini masih dalam pemeriksaan juga," ujarnya Minggu 26 Juli 2026 malam

Lima tersangka pun kini ditahan di Rumah Tahanan Polres Tabanan.

Pecalang Perketat Patroli hingga Tengah Malam

Meningkatnya kasus pencurian membuat pemerintah desa bersama pecalang mengambil langkah pencegahan dengan memperketat patroli keamanan di lingkungan desa.

Menurut Riasa, pecalang rutin melaksanakan ronda malam hingga sekitar pukul 00.00 Wita.

Patroli tersebut tidak hanya difokuskan untuk mengantisipasi pencurian ayam, tetapi juga berbagai tindak kriminal lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.

"Patroli malam tidak hanya dilakukan untuk mencegah pencurian ayam, tetapi juga mengantisipasi tindak kejahatan lainnya," jelasnya.

Ia menambahkan, Desa Batunya sebelumnya juga pernah mengalami kasus pembongkaran pada pelinggih.

Pengalaman tersebut membuat aparat desa semakin meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan, termasuk menjaga benda-benda suci di pura maupun pelinggih agar tidak menjadi sasaran pencurian.

Karena itu, pecalang tetap berjaga setiap malam sebagai upaya menjaga keamanan desa secara menyeluruh.

Serahkan Penanganan Kasus kepada Aparat

Terkait kasus dugaan pencurian ayam yang berujung meninggalnya seorang terduga pelaku akibat aksi massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Riasa memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Ia menegaskan seluruh proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

"Kasus ini sudah ditangani pihak berwajib. Biarlah diproses sesuai hukum. Harapan saya, ke depan semua pihak bisa berpikir lebih bijaksana agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan situasi desa tetap aman serta damai," imbuhnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.