Tangis Deretan Selebriti Sorot Ayah di Bali Dikeroyok Diduga Curi Ayam, Rama-ramai Dukung sang Putri
Ni'amu Shoim Assari Alfani July 27, 2026 02:42 PM

Tewasnya seorang ayah di Tabanan Bali berinisial KD seusai dihakimi massa karena diduga mencuri ayam menjadi sorotan di media sosial, termasuk dari kalangan selebritas.

Sejumlah publik figur menyampaikan rasa duka setelah melihat tangis dari sang putri yang kehilangan ayahnya.

Selebritas Aldi Taher, misalnya.

Melalui akun Instagram @alditaher.official, aktor sekaligus pengusaha itu tampak menangis saat menanggapi insiden yang terjadi di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Ia juga menyoroti tindakan main hakim sendiri yang berujung pada pengeroyokan.

"Tolong dong, tolong dengan sangat, jangan main hakim sendiri," kata Aldi sambil menahan air mata, Senin (27/7/2026).

Aldi Taher mengaku sedih karena tindakan main hakim sendiri justru merenggut nyawa seseorang.

Ia juga mengaku terpukul melihat seorang anak harus kehilangan ayahnya.

Keprihatinan serupa disampaikan penyanyi Denny Caknan.

Denny menilai, sekalipun KD benar mencuri ayam, hal itu tidak dapat menjadi pembenaran untuk melakukan kekerasan hingga menyebabkan kematian.

"Bayangin diseret, terus anaknya kehilangan bapaknya, nggak bisa bayangkan aku," ujar Denny Caknan dalam bahasa Jawa.

Denny menegaskan, siapa pun yang melakukan kesalahan tetap harus diproses sesuai hukum, bukan dihakimi massa.

"Ini manusia loh, punya anak loh itu," tambahnya.

Komentar serupa juga disampaikan aktris Luna Maya.

Melalui kolom komentar pada unggahan anggota DPD RI Arya Wedakarna, Luna menyoroti tindakan main hakim sendiri yang dilakukan dalam kasus tersebut.

Ia mengingatkan bahwa tidak ada pembenaran bagi siapa pun untuk menghakimi seseorang di luar proses hukum.

"Pelajaran antar manusia, mau orang Bali atau bukan jangan pernah main hakim sendiri. Kita semua manusia. Maling tidak dibenarkan, tapi main hakim sendiri juga TIDAK dibenarkan," tulis akun @lunamaya, Minggu (26/7/2026).

Pesinetron Kiki Farrel juga menyampaikan doa untuk anak perempuan KD, agar tetap kuat menghadapi cobaan.

Masih melalui kolom komentar akun Instagram @aryawedakarna, Kiki berharap kehidupan sang anak kelak dipenuhi kebahagiaan.

"Semangat adikku. Pasti ke depannya kehidupanmu diganti dengan segala hal yang sangat indah," tulis @kikifarrel.

Sementara itu, Melanie Subono turut menyuarakan keprihatinannya melalui akun Instagram pribadinya.

Ia membagikan foto putri KD dan menegaskan bahwa dugaan pencurian tidak pernah menjadi alasan untuk menghilangkan nyawa seseorang.

"Itu ga dosa?? Bedanya sama yang kalian suka tuduh korup, membunuh, mencuri dll apa? ... Tahun lalu anak SD gantung diri, tahun ini anak kecil lihat jenazah ayahnya karena mencuri makanan. Salah, yang mengeroyok SALAH dan harus diproses. Tapi entah kenapa belakangan gw merasa semua makin nggak baik. 'Mencuri' makin untuk hal keseharian, bukan emas, tapi makanan," tulis Melanie.

Komika Marshel Widianto juga menyayangkan tindakan yang mendahului proses hukum.

Menurutnya, dugaan pencurian seharusnya dibuktikan melalui pengadilan, bukan dengan vonis massa yang merenggut nyawa seseorang.

Kasus pengeroyokan terhadap pria berinisial KD itu terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 WITA di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

KD meninggal dunia setelah dikeroyok warga karena diduga mencuri ayam aduan milik I Wayan Adi Suteja.

Warga yang emosi akibat maraknya kasus kehilangan ayam di wilayah tersebut kemudian mengamankan KD. 

Namun, situasi berubah ricuh hingga KD menjadi sasaran pengeroyokan.

Sepeda motor milik KD juga dibakar massa sebelum polisi tiba di lokasi.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya seekor ayam, sebilah golok, sebuah tas berisi tang, katapel, batu, serta uang tunai yang diduga milik KD.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami dugaan pencurian sekaligus mengusut kasus pengeroyokan yang menyebabkan KD meninggal dunia.

Setelah dilakukan penyelidikan, warga yang main hakim sendiri akhirnya diamankan Polres Tabanan. 

Ada lima warga yang ditetapkan sebagai tersangka, yang diduga menghajar dan menyeret KD dari Desa Sidatapa, Buleleng hingga meninggal dunia.

Kelima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, MK, dan ND. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.