Susi Pudjiastuti Dorong Pacuan Kuda Pangandaran Masuk Kalender Nasional
ferri amiril July 27, 2026 03:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Susi Pudjiastuti, mengusulkan agar ajang pacuan kuda di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ditetapkan sebagai agenda tahunan tetap dan masuk dalam kalender nasional. 

Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan menjadi kunci utama agar event tersebut berkembang menjadi ajang berkuda bergengsi di Indonesia.

Usulan itu disampaikan Susi usai menyaksikan Indonesia Derby 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Minggu (26/7/2026) siang.

"Jangan berhenti. Kalau ini nanti jeda setahun, jeda setahun lagi, marketing-nya tidak akan maksimal. Kalau mau sukses, harus terus berlanjut dan konsisten. Ada lagi, ada lagi," ujar Susi kepada sejumlah wartawan.

Ia menilai Pemda bersama penyelenggara perlu menetapkan waktu pelaksanaan yang sama setiap tahun. 

Baca juga: Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Kenalkan Aplikasi Pronalin Cek untuk Cegah Stunting

Dengan demikian, Indonesia Derby Pangandaran dapat menjadi agenda resmi dalam kalender pacuan kuda nasional, bahkan dikenal di tingkat internasional.

"Kalau bisa tanggalnya sama setiap tahun sehingga menjadi kalender nasional. Tinggal diusulkan agar dicatat sebagai kalender nasional pacuan kuda di Pangandaran. Selesai," katanya.

Menurutnya, kepastian jadwal akan memberikan manfaat besar bagi pelaku industri pacuan kuda. Investor, peternak, hingga pemilik kuda dapat menyusun rencana investasi dan agenda kompetisi dengan lebih pasti.

"Kalau jadwalnya sudah pasti, orang akan lebih mudah mengatur investasi dan kegiatannya," ucap Susi.

Susi pun menyebut minat dari kalangan internasional terhadap perkembangan pacuan kuda di Pangandaran mulai terlihat. 

Pada gelaran Indonesia Derby 2026, ia membawa tamu dari Jepang yang berasal dari keluarga pemilik lima hingga enam ekor kuda pacu.

"Hari ini saya membawa teman dari Jepang. Keluarganya memiliki lima sampai enam ekor kuda pacu dan mereka tertarik melihat penyelenggaraan seperti ini," ujarnya.

Ia menilai industri pacuan kuda di Indonesia masih memiliki peluang berkembang sangat besar. Satu di antaranya karena harga kuda pacu di Indonesia masih relatif kompetitif dibanding negara lain sehingga membuka ruang bagi investor baru.

"Harganya belum maksimum. Jadi masih banyak ruang tumbuh. Siapa saja yang ingin terjun ke peternakan maupun industri pacuan kuda, investasinya masih sangat memungkinkan," katanya.

Susi menegaskan, Pangandaran memiliki keunggulan yang sulit ditandingi daerah lain. Menurutnya, kawasan tersebut layak menjadi pusat atau kiblat pacuan kuda nasional.

"Saya ingin Pangandaran menjadi agenda utama pacuan kuda di Indonesia. Daerah lain silakan berkembang, tetapi Pangandaran harus menjadi nomor satu. Promosinya juga lebih mudah," ucap Susi.

Susi pun mengajak pemerintah daerah, Pordasi, penyelenggara Sarga.co, serta media untuk terus menggaungkan Indonesia Derby agar semakin dikenal luas.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.