BANGKAPOS.COM, BANGKA — Kepengurusan baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bangka Tengah masa bakti 2026–2029 resmi dilantik.
Momentum tersebut diharapkan menjadi langkah memperkuat sinergi antara organisasi profesi dokter dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pelantikan yang berlangsung di Ruang Rapat Besar Kantor Bupati Bangka Tengah dihadiri Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, Sekretaris Daerah Ahmad Syarifullah Nizam, Ketua IDI Wilayah Kepulauan Bangka Belitung dr. Arinal Pahlevi, Sp.DVE, Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah Zaitun, pimpinan rumah sakit, serta perwakilan organisasi profesi kesehatan.
Ketua IDI Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, dr. Arinal Pahlevi, Sp.DVE mengatakan pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme dokter dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan setiap dokter harus selalu berpijak pada dua landasan utama, yakni kompetensi dan etika profesi.
"Pertama adalah kaki kompetensi yang berasal dari sumpah dokter, sertifikat kompetensi (Serkom), STR hingga izin praktik (SIP) yang dikeluarkan oleh kepala daerah. Kedua adalah kaki etika, yakni menjunjung tinggi etika profesi terhadap sejawat, guru, pasien dan lingkungan kerja," kata Arinal pada Minggu (27/07/2026).
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga soliditas dalam "rumah besar" IDI.
“Para dokter juga harus mampu menjadi agent of change (agen perubahan) sekaligus agent of development (agen pembangunan) di bidang kesehatan,” katanya.
Ketua IDI Cabang Bangka Tengah periode 2026–2029, dr. Zulkandi, M.K.M., mengatakan kepengurusan yang baru dilantik akan segera membentuk sejumlah kelompok kerja agar program organisasi dapat berjalan lebih optimal.
"Segera akan kita bentuk kelompok kerja agar manfaat organisasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat serta semakin mempererat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah," ujarnya.
Ia menjelaskan IDI merupakan rumah besar bagi seluruh dokter yang juga memiliki fungsi memberikan perlindungan dan pembelaan hukum kepada para anggotanya dalam menjalankan profesi.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan pelantikan pengurus IDI menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan tenaga medis dalam menjawab tantangan pembangunan kesehatan di daerah.
Menurutnya, dokter memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar memberikan pelayanan pengobatan kepada pasien.
"Dokter bukan hanya menjadi garda terdepan dalam menyembuhkan orang sakit, melainkan mitra strategis pemerintah dalam membangun peradaban manusia yang sehat, cerdas, dan produktif," kata Algafry.
Ia menambahkan pembangunan kesehatan membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, penanggulangan bencana hingga transformasi digital pemerintahan agar pelayanan kesehatan semakin cepat, transparan dan menjangkau seluruh masyarakat hingga ke pelosok desa.
Algafry juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah membuka ruang seluas-luasnya untuk berdiskusi bersama IDI dalam merumuskan berbagai kebijakan publik di bidang kesehatan.
Pada kesempatan itu, Algafry mengakui Bangka Tengah masih membutuhkan tambahan tenaga dokter, khususnya dokter spesialis, untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Untuk mengatasi hal tersebut, selain dibantu tenaga dokter internship, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga berencana membuka rekrutmen tenaga dokter baru pada bulan Agustus mendatang," ujarnya.
(Bangkapos.com/Erlangga)