Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Klub sepak takraw asal Lampung, Anbustra, memastikan tiket tampil di Liga Sepak Takraw Indonesia tingkat nasional yang akan digelar pada Oktober 2026 di Jakarta.
Baca juga: Bianglala Pasar Malam di Lampung Tengah Mati Mendadak, Puluhan Pengunjung Terjebak Dua Jam
Kepastian tersebut diraih setelah Anbustra tampil impresif pada ajang Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah I Sumatera perebutan Piala Wali Kota Bandar Lampung yang berlangsung di GOR Siger Bandar Lampung, 24–26 Juli 2026.
Dalam kejuaraan tersebut, tim interregu putri Anbustra berhasil meraih posisi runner-up, sedangkan tim interregu putra menempati peringkat ketiga bersama.
Pada partai final, tim interregu putri Anbustra harus mengakui keunggulan GSTR Kota Jambi setelah kalah tipis dengan skor 1-2.
Sementara itu, langkah tim interregu putra Anbustra terhenti di babak semifinal setelah dikalahkan RTSC Sumatera Barat dengan skor 0-2.
Ketua Badan Liga Sepak Takraw Indonesia, Alimudin, menjelaskan regulasi kelolosan menuju babak nasional ditentukan berdasarkan peringkat terbaik di masing-masing wilayah.
"Untuk kategori interregu putra diambil lima klub teratas, sedangkan putri empat klub teratas yang lolos ke Liga Nasional pada akhir Oktober mendatang di Jakarta," ujar Alimudin, Senin (27/7/2026).
Pada kategori interregu putra, Anbustra (Lampung) lolos ke Liga Nasional bersama empat klub lainnya dari Wilayah I Sumatera, yakni RTSC Sumbar (Sumatera Barat), Bujang Sembilan Kepri (Kepulauan Riau), GSTR Kota Jambi (Jambi), dan Rencong Timur Aceh (Aceh).
Sementara pada kategori interregu putri, Anbustra (Lampung) melaju bersama tiga klub lainnya, yaitu GSTR Kota Jambi (Jambi), RTSC Sumbar (Sumatera Barat), dan Sriwijaya Takraw (Sumatera Selatan).
Alimudin berharap Lampung dapat kembali menjadi salah satu lumbung atlet sepak takraw nasional seperti era 1980-an.
Pada masa tersebut, atlet sepak takraw Lampung kerap memperkuat tim Indonesia di berbagai ajang internasional, termasuk SEA Games.
Pelatih sepak takraw putri Anbustra, Abdul Malik, mengaku cukup puas dengan performa anak asuhnya meski harus finis sebagai runner-up.
"Cukup puas, ada peningkatan. Anak-anak masih junior, sementara lawan di final (Jambi) diperkuat dua atlet nasional dan atlet pelatnas," kata Malik.
Meski demikian, Malik menyebut masih terdapat sejumlah evaluasi yang harus dilakukan sebelum menghadapi babak nasional, terutama terkait ketahanan fisik dan konsentrasi pemain pada poin-poin krusial.
Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, meminta Pengprov PSTI Lampung dan manajemen Anbustra segera melakukan evaluasi menyeluruh.
"Kondisi atlet harus dievaluasi agar tampil maksimal di level nasional nanti, sekaligus sebagai persiapan jangka panjang menuju PON XXIII di NTB-NTT. Kami berharap pembinaan atlet muda terus berjalan," tegas Riagus.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)