Bahrain dan Kuwait membalas serangan Iran dengan mengirimkan pesawat tempurnya.
Kedua negara Teluk tersebut menargetkan gudang penyimpanan drone dan rudal Iran pada Jumat (24/7) kemarin.
Bahrain dan Kuwait mengklaim serangan tersebut dilakukan dengan dasar balas dendam atas serangan Iran.
Dilansir dari Wall Street Journal pada Senin (27/7), Uni Emirat Arab disebut berperan dengan menyediakan intelijen dan perlindungan udara defensif.
Bahrain dan Kuwait tetap membantu operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah karena mereka telah membangun hubungan pertahanan selama puluhan tahun.
Kuwait dan Bahrain juga menjadi lokasi sejumlah pangkalan militer penting milik Amerika Serikat.
Kedua negara tersebut tak hanya menjalin kerja sama politik luar negeri saja tetapi juga menyangkut keamanan nasional.
Bahrain diketahui menjadi lokasi markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat.
Para prajurit yang ada di Armada Kelima itu bertugas untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Sementara Kuwait menjadi pusat penting pengerahan pasukan dan logistik militer Amerika Serikat di Timur Tengah.