TRIBUNMANADO.CO.ID - Kebakaran lahan kini jadi momok menakutkan bagi warga kota Manado, provinsi Sulut.
Terjadi peningkatan kasus kebakaran lahan yang signifikan sepanjang Juli 2026.
Kebakaran lahan terjadi hampir tiap hari.
Bahkan pernah sehari empat kali kebakaran lahan.
Wawali Manado Richard Sualang pun angkat bicara terkait ini.
"Akhir akhir ini sebagaimana laporan dari Dinas Damkar Manado, terjadi peningkatan kasus kebakaran yang mayoritas berasal dari lahan kosong yang ditumbuhi alang alang dan rumput kering," kata dia Senin (27/7/2026) di aula kantor Walikota Manado.
Dirinya mengimbau warga tidak sembarang membakar sampah atau rumput di lahan kosong.
Karena musim kemarau serta angin kencang dapat menyebabkan kebakaran terjadi dengan mudah.
"Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak sembarang membakar sampah atau rumput di lahan kosong," kata dia.
Ia meminta masyarakat ekstra waspada terhadap bahaya kebakaran.
Kehati hatian ekstra wajib diberikan untuk warga yang masih perlu melakukan pembakaran terbatas.
"Waspada dan jangan lakukan hal hal berbahaya, pastikan api benar benar padam," katanya.
Dikatakannya pemerintah menyediakan Damkar 24 jam.
Namun tindakan kewaspadaan harus dilakukan oleh warga. (Art)
Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, PLN Suluttenggo Tambah Daya JRBM, Dukung Produktivitas Industri
(TribunManado.co.id/Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini