Hasto Bandingkan Kasus Maling Ayam di Bali dengan Mantan Jampidsus
Dedy Qurniawan July 27, 2026 04:27 PM

BANGKAPOS.COM -Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti adanya ketidakadilan dan diskriminasi dalam penegakan hukum di Indonesia. Ia membandingkan perbedaan perlakuan hukum antara rakyat kecil dan elit pejabat negara.

Hasto menyinggung peristiwa tragis di Bali di mana seorang pria yang diduga mencuri ayam dianiaya hingga tewas. Menurutnya, tindakan main hakim sendiri terhadap rakyat kecil yang sedang berjuang menghadapi kesulitan ekonomi menunjukkan kondisi ekstrem yang sangat memprihatinkan. Hasto menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus tersebut untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Baca juga: Pria di Pangkalpinang Tepergok Rekam Video Wanita di Kamar Mandi, Koleksi di Hp Pelaku Pun Terungkap

Di sisi lain, Hasto mengkritik proses penegakan hukum terhadap mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah, yang dinilai mendapatkan keistimewaan karena tidak mengenakan rompi tahanan. Ia menilai hal ini sangat kontras dengan prinsip konstitusi yang menjamin kedudukan yang sama bagi setiap warga negara di hadapan hukum (equality before the law).

Hasto turut merefleksikan pengalaman pribadinya saat mengenakan rompi oranye dan diborgol, yang ia jalani secara taat kendati menganggapnya sebagai bentuk kriminalisasi politik pasca-Pemilu 2024.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pemerintah dan aparat penegak hukum belajar dari sejarah, seperti peristiwa "Kuda Tuli", di mana ketidakpuasan rakyat timbul akibat hukum yang hanya berpihak pada elit dan kekuasaan ekonomi yang dikuasai kelompok tertentu. Hasto menegaskan pentingnya menegakkan hukum yang berkeadilan agar ketidakpuasan publik tidak memicu gejolak sosial di tengah masyarakat. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.