Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Revitalisasi fungsi masjid rupanya bukan soal fisik semata, melainkan dari ruh aktifitas di dalamnya.
Hal itulah yang ditunjukkan Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menghadirkan program pembinaan kerohanian.
Melalui langkah sederhana serambi masjid Desa Way Asih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah dipenuhi Slsuara mengaji anak-anak, Senin (27/7/2026).
Sepekan diterjunkan di desa, mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga menyulap suasana masjid semakin semarak oleh langkah kecil dan suara lantang puluhan anak yang belajar mengaji, berdakwah, dan merangkai indah huruf hijaiyah.
Atas langkah tersebut, mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga menegaskan satu pesan, pembangunan desa tidak melulu soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang menghidupkan kembali ruh keislaman dan menyiapkan generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan siap membawa desa mereka melangkah lebih baik.
Hal itu ditegaskan Ketua Tim KKN Desa Way Asih, Rafi Ikhwanu. Rafi mengatakan, program ini lahir dari keinginan untuk terus menghidupkan dan memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban desa.
"Kegiatan ini harapannya dapat membantu membekali adik-adik Desa Way Asih dengan kemampuan bahasa Arab, qiroah, kaligrafi, dan da'i sederhana. Tentu semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi semua dan meninggalkan dampak yang baik," ujar Rafi.
Bagi mahasiswa KKN UIN Jogja, masjid bukan sekadar bangunan tempat salat lima waktu, melainkan ruang tumbuh bagi generasi yang kelak akan meneruskan estafet dakwah dan kepemimpinan desa.
Baca juga: Diikuti 3.500 Peserta, Rimaniar Julindra Dorong Parade Kebaya Jadi Agenda Tahunan Kota Ambon
Baca juga: Kerugian Kebakaran Batu Meja Ambon Capai Rp1,41 Miliar, 5 Warga Terdampak Kehilangan Rumah dan Kios
Dengan menghidupkan kembali aktivitas anak-anak di masjid, mereka berharap semangat itu tidak berhenti begitu masa KKN usai, tetapi terus dirawat oleh warga dan tokoh agama setempat.
Kelompok yang ditempatkan di Desa Way Asih ini diketahui menginisiasi pelatihan qiroah, dai, kaligrafi, dan bahasa Arab bagi anak-anak setempat.
Sebuah program yang mereka sebut sebagai langkah kecil untuk merevitalisasi fungsi masjid sekaligus membangun sumber daya manusia desa dari akar yang paling muda.
Program ini diikuti tidak kurang dari 30 anak, sebagian besar siswa SD Negeri 117 Maluku Tengah yang berdomisili di Desa Way Asih. Kegiatan dilaksanakan setiap Hari Senin sampai Kamis di sore hari selepas ashar hingga menjelang maghrib.(*)