Poskesdes Persiapan Namalomin SBT Terbengkalai Sejak 2010, Warga Harus Menyeberang Laut tuk Berobat
Mesya Marasabessy July 27, 2026 07:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Warga Desa Persiapan Namalomin, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mengeluhkan kondisi Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang telah terbengkalai selama belasan tahun.

Akibat tidak berfungsinya fasilitas kesehatan tersebut, masyarakat terpaksa menyeberangi laut menuju Desa Geser setiap kali membutuhkan pelayanan kesehatan.

Salah satu warga Desa Persiapan Namalomin, Hasan Tuahuns, mengatakan Poskesdes di desanya sudah tidak lagi memberikan pelayanan sejak 2010.

Menurutnya, hingga kini tidak ada satu pun tenaga kesehatan yang ditempatkan di fasilitas tersebut.

"Kurang lebih pustu yang ada di sini sudah terbengkalai semenjak tahun 2010. Sampai saat ini tidak ada pegawai dinas kesehatan atau tenaga kesehatan yang bertugas," kata Hasan kepada TribunAmbon.com, Senin (27/7/2026).

Padahal, kata dia, bangunan Poskesdes tersebut dibangun pemerintah untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah itu.

Namun karena tidak ditempati tenaga kesehatan, bangunan tersebut kini terbengkalai.

Hasan mengungkapkan, kondisi geografis Desa Persiapan Namalomin yang terpisah oleh lautan membuat masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan yang tersedia setiap saat.

"Harapan masyarakat di sini, pemerintah melalui Dinas Kesehatan menempatkan tenaga kesehatan agar bisa melayani warga karena kondisi alam di sini memang cukup sulit," ujarnya.

Baca juga: Krisis Air Bersih Meluas, Brimob Kerahkan Mobil AWC Layani 3 RT di Tanse Ambon Kota Bula

Baca juga: Konservasi Ekosistem Terumbu Karang Laut Buru, Tiga Pokmaswas Dikukuhkan 

Ia menjelaskan, selama Poskesdes tidak berfungsi, seluruh warga yang sakit harus dirujuk ke Geser.

Perjalanan menuju Geser harus ditempuh menggunakan ketinting atau speedboat dengan menyeberangi lautan.

"Kalau menggunakan ketinting kurang lebih 30 menit, kalau menggunakan speed sekitar 10 sampai 15 menit," jelasnya.

Menurut Hasan, kondisi tersebut menjadi persoalan serius ketika ada warga yang sakit pada malam hari atau saat cuaca buruk.

"Kalau masyarakat mengalami sakit pada siang maupun malam hari, apalagi cuaca sedang buruk, risikonya sangat besar karena satu-satunya jalan harus ke Geser," bebernya.

Ia juga menggambarkan kondisi bangunan Poskesdes yang kini mengalami kerusakan cukup parah akibat lama tidak digunakan.

"Kondisi bangunannya saat ini sudah terbengkalai karena memang tidak dihuni. Untuk fisik gedungnya masih ada, tetapi atapnya sudah hancur dan di sekitarnya sudah ditumbuhi pohon-pohon," jelasnya.

Pihaknya menilai, jika terus dibiarkan, bangunan tersebut hanya akan menjadi bangunan kosong yang tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Dirinya berharap Dinas Kesehatan SBT segera mengambil langkah nyata dengan mengaktifkan kembali Poskesdes tersebut.

"Saya sebagai pemuda Desa Persiapan Namalomin berharap Dinas Kesehatan segera menugaskan tenaga kesehatan untuk bertugas di Poskesdes ini agar masyarakat yang sakit tidak lagi harus ke Geser," pintanya.

Ia menambahkan, keberadaan tenaga kesehatan sangat penting, terutama untuk menangani kasus-kasus darurat seperti gigitan ular, tertusuk duri ikan pari, maupun penyakit lainnya sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

"Kami berharap pelayanan kesehatan dasar bisa kembali hadir di desa kami sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi risiko besar hanya untuk mendapatkan pengobatan," tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.