Warga Laporkan Kerusakan Elektronik Imbas Listrik Padam, Pemko Banjarmasin Sebut akan Ada Kompensasi
Ratino Taufik July 27, 2026 07:52 PM

​BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemadaman listrik bergilir semakin meresahkan warga Banjarmasin dan sekitarnya. Hal ini seiring durasi pemadaman yang dilakukan PT PLN (Persero) yang bertambah lama.

Hal itu memicu keluhan serta kerugian materi bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengungkapkan, pihaknya menerima banyak laporan mengenai kerusakan barang elektronik akibat arus listrik yang tidak stabil selama pemadaman.

​"Cukup banyak, bukan hanya pelaku usaha saja, tetapi dari masyarakat pun banyak menyampaikan bahwa ada kerusakan di alat elektroniknya," ujarnya usai melakukan pertemuan dengan Manajer PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin, Yanuar, Senin (27/7/2026).

Sektor usaha yang terdampak di antaranya bisnis frozen food mengalami kerugian akibat kerusakan alat pendingin dan potensi kerusakan produk bahan makanan.

​Selain itu, perkantoran pun terdampak, terjadi kerusakan pada fasilitas kerja, termasuk perangkat komputer dan peralatan elektronik kantor lainnya.

​Ia menegaskan kerugian dan kerusakan yang dialami masyarakat cukup luas, sehingga percepatan penanganan krisis listrik menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan.

Baca juga: PLN Respons Kasus Kematian Ribuan Ayam di HST, Penanganan Mengacu Regulasi ESDM, Ini Soal Ganti Rugi

Sebab itu, warga Banjarmasin yang terdampak pemadaman listrik bergilir berpotensi mendapatkan kompensasi.

Tezar menerangkan skema kompensasi menunggu keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Memang ada skema kompensasi yang disampaikan oleh PLN, diputuskan Kementerian ESDM. Jika dinyatakan resmi diberikan kompensasi, PLN sudah menyiapkan mekanismenya," bebernya.

Ada dua rencana stimulus yang diberikan, meliputi Tambahan kuota kWh listrik akan dimasukkan secara otomatis saat pelanggan melakukan pembelian token pada bulan Oktober bagi pelanggan prabayar atau token.

Kemudian untuk pelanggan pascabayar, akan ada potongan biaya tagihan bulanan akan diterapkan secara otomatis untuk pelanggan yang mengalami pemadaman listrik lebih dari enam jam.

Sementara itu, dari hasil pertemuan dengan pihak manajemen PLN UP3 Banjarmasin, Tezar mengatakan durasi pemadaman listrik akan dipangkas menjadi tiga jam.

"Pada 5-10 Agustus durasi pemadaman diproyeksikan makin menurun, bahkan berpotensi normal," kata dia.

Sementara itu, warga Sungai Andai, Yona mengaku sangat terdampak adanya pemadaman listrik di wilayahnya.

Terlebih ia memiliki usaha warung makan di depan rumahnya, untuk memasak dan lainnya menjadi terganggu.

"Bisa enam jam lebih padamnya listrik di sini, sudah itu bisa mati lagi sebelum 24 jam, sangat sering padam di Sungai Andai," ungkapnya.

Ia pun berharap kompensasi dari PLN bisa terlaksana untuk mengurangi biaya maupun kerugian yang didapat akibat pemadaman listrik bergilir. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.