BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Peninggian tanggul tambak di kawasan pesisir Kabupaten Tanah Bumbu menjadi benteng utama masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir rob dan dampak perubahan iklim.
Langkah mitigasi ini terbukti efektif menjaga produktivitas sektor budidaya perikanan warga dari cuaca ekstrem.
Realisasi fisik infrastruktur yang dirampungkan pada 2025 tersebut kini dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh para pembudidaya di Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Senin (27/7/2026).
Tanggul yang lebih tinggi sukses mengendalikan luapan air pasang laut yang kerap merusak ekosistem tambak.
Abdul Malik (50), seorang pengelola tambak, menceritakan besarnya gangguan iklim sebelum adanya rehabilitasi fisik tersebut.
Setiap kali musim angin barat dan curah hujan tinggi menerjang, air pasang melimpah ke dalam area budidaya sehingga petani gagal melakukan pengisian air tambak.
Baca juga: Sampaikan Keluhan, Dua Pemuda Jalan Kaki Bawa Stop Kontak ke Kantor PLN Kalselteng di Banjarbaru
“Sebelum ada rehabilitasi, kalau musim barat dan hujan tinggi kami tidak bisa mengisi tambak karena air masuk ke dalam. Sekarang sudah aman. Setelah tanggul ditinggikan, air pasang tidak lagi masuk,” kata Abdul Malik.
Kehadiran benteng pelindung tersebut kini memberikan kepastian bagi petani untuk mengelola budidaya kepiting dengan tenang.
Peningkatan produktivitas dan siklus panen rutin setiap tiga bulan sekali menjadi penopang utama pendapatan warga setempat.
Kepala Desa Muara Pagatan, Husaini (52), menyebutkan bahwa intervensi pemerintah daerah melalui peninggian tanggul telah menyelamatkan empat kelompok tani tambak kepiting di desanya.
Perlindungan dari ancaman banjir pasang ini secara otomatis menjaga kualitas serta kuantitas hasil panen.
Husaini menambahkan, ketahanan tambak dari gangguan cuaca ekstrem ini turut menjaga kelancaran distribusi hasil laut ke luar daerah.
Komoditas kepiting asal Muara Pagatan bahkan terus dipasok secara konsisten ke pasar nasional.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Hasil panen kepiting dari sini dikirim ke Bali, Jawa, Sumatera, hingga pulau-pulau lainnya. Pasarnya sangat luas,” tutur Husaini.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin)