Pameran Nasional Pusaka Nusantara Resmi Digelar di Museum Banten: Ada Golok Ciomas dan Tombak Papua
Abdul Rosid July 27, 2026 07:07 PM

TRIBUNBATEN.COM, SERANG - Pameran Nasional Pusaka Nusantara 2026 di Kompleks Taman Budaya dan Museum Banten resmi dibuka untuk umum, Senin (27/7/2026).

Mengusung tema strategis "Merawat Jejak Peradaban, Menguatkan Identitas Nusantara", perhelatan kebudayaan berskala nasional ini menghimpun koleksi artefak dan benda pusaka bersejarah dari 27 provinsi se-Indonesia, dan dijadwalkan berlangsung selama 25 hari penuh hingga 20 Agustus 2026 mendatang.

Ajang berskala nasional ini dirancang sebagai wadah konsolidasi kebudayaan, sarana edukasi publik, serta katalis pergerakan pariwisata berbasis warisan leluhur.

Baca juga: 4 Kampung di Pulomerak-Cilegon Alami Kekeringan, 410 KK Terdampak

Selain memamerkan ratusan jenis pusaka legendaris seperti Golok Ciomas dan Golok Cilegon khas Banten, pameran ini juga dimeriahkan dengan pagelaran seni, atraksi tarian daerah, serta pertemuan antar-pengelola museum dan komunitas budayawan se-Nusantara.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Rohaendi, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan kolaborasi tahunan antara pengelola Museum Banten dengan jajaran pengelola museum dari 27 provinsi di Indonesia.

Rohaendi memaparkan, meskipun rangkaian acara seremonial (event) pembukaan berlangsung selama tiga hari (26–28 Juli 2026), pameran fisik koleksi pusaka Nusantara itu sendiri dibuka untuk masyarakat umum hingga 10 Agustus 2026, dengan pemanfaatan ruang edukasi museum yang terus berlanjut hingga 20 Agustus 2026.

"Pameran koleksi pusaka seperti ini memerlukan durasi pelaksanaan yang cukup lama agar masyarakat memiliki waktu yang leluasa untuk datang dan mempelajari setiap artefak. Kami mematok target kunjungan hingga 20.000 orang sampai tanggal 20 Agustus 2026 mendatang," ujar Rohaendi di lokasi pameran, Senin (27/7/2026).

Ia tidak menampik adanya kecenderungan di mana kelompok pelajar atau siswa sekolah kerap merasa ragu atau segan untuk berkunjung pada hari-hari awal pembukaan.

Namun, pihak Dindikbud Banten optimistis jumlah kunjungan akan melonjak drastis seiring dimulainya agenda kunjungan terstruktur dari sekolah-sekolah melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di wilayah Banten.

"Kami sangat mengimbau kepada para jawara Banten, para pendekar, aktivis budaya, guru, siswa, hingga masyarakat luas untuk memanfaatkan momentum langka ini. Mumpung pusaka-pusaka terbaik dari 27 provinsi sedang berkumpul di Banten. Jenis pusakanya sangat beragam dan bernilai sejarah tinggi. Dan ingat, seluruh rangkaian acara ini gratis tanpa dipungut biaya," tegas Rohaendi.

Suasana pembukaan Pameran Nasional Pusaka Nusantara 2026 kian semarak dengan penampilan ragam budaya dari kontingen luar daerah.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banten Eli Susiyanti secara khusus memberikan pujian kepada delegasi Provinsi Papua, yang tampil penuh totalitas dengan pakaian adat khas serta tarian tradisional yang memukau para hadirin.

Eli Susiyanti, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Museum Banten, Nasuhi, serta seluruh jajaran panitia, mitra kerja, dan delegasi museum se-Nusantara yang hadir mendukung perhelatan akbar ini.

Dalam sambutannya, Eli menekankan pentingnya menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pengembangan sektor pariwisata daerah. Menurutnya, narasi sejarah dan warisan nilai leluhur adalah magnet utama pemikat wisatawan.

"Banten tidak pernah kekurangan cerita. Banten kaya akan khazanah budaya, dan kekayaan budaya tersebut menyumbang sekitar 60 persen dari intisari pariwisata kami di Provinsi Banten. Pusaka bukan sekadar benda tua yang dipajang di etalase kaca, melainkan pencerita tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan nilai apa yang harus kita wariskan kepada generasi penerus," kaya Eli Susiyanti.

Eli memberi sorotan khusus pada keberadaan pusaka lokal Banten yang menjadi kebanggaan masyarakat, seperti Golok Ciomas dan Golok Cilegon.

Benda-benda bersejarah tersebut, menurut Eli, melambangkan identitas, ketangguhan, serta nilai-nilai spiritualitas masyarakat Banten yang terus terpelihara lintas zaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.