Penyebab Anggota POM TNI AD Tewas Saat Bantu Polisi Adang Bandar Narkoba
Noval Andriansyah July 27, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Aceh - Terkena peluru rekoset atau pantulan peluru, diduga menjadi penyebab gugurnya anggota Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat, Pratu Galuh Nugraha.

Baca juga: Kondisi Mengenaskan Prajurit TNI yang Ditemukan Tewas, Penuh Luka Tusuk

Perwira prajurit tersebut mengembuskan napas terakhir saat dengan sigap membantu aparat kepolisian mengadang komplotan bandar narkoba di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Sabtu (25/7/2026).

Saat kejadian berlangsung, Pratu Galuh tengah tidak berada dalam tugas dinas dan mengenakan pakaian sipil biasa.

Naluri penegak hukumnya tergerak seketika ketika melihat aksi pengejaran menegangkan antara petugas dan para pelaku di jalanan.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, mengungkapkan bahwa peristiwa tragis ini bermula dari operasi penangkapan terhadap empat orang terduga bandar narkoba yang berada di dalam sebuah mobil.

Dalam penyergapan itu, satu dari empat pelaku, yang diduga merupakan oknum anggota Brimob, berhasil dibekuk petugas.

Namun, tiga terduga bandar narkoba lainnya nekat melarikan diri dari sergapan.

"Dalam proses pengejaran itu, petugas sempat melepaskan tembakan ke arah pelaku. Dalam situasi tersebut, peluru rekoset (memantul) mengenai seorang warga yang turut membantu proses penangkapan," ujar Kombes Joko Krisdiyanto dalam keterangannya, Senin (27/7/2026), dilansir BangkaPos.com.

Pria berpakaian sipil yang tertembak peluru memantul tersebut langsung dievakuasi ke rumah sakit.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penanganan medis, barulah diketahui bahwa korban yang membantu memblokir jalan tersebut merupakan prajurit aktif POM TNI AD.

Duka Mendalam dan Penjagaan Soliditas TNI-Polri

Gugurnya Pratu Galuh Nugraha memicu duka mendalam bagi jajaran TNI dan Polri. Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan menyampaikan belasungkawa setinggi-tingginya atas dedikasi dan naluri keberanian almarhum di lapangan.

"Ia telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba."

"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," puji Joko mengutip ucapan Kapolda.

Menyikapi insiden memilukan ini, Kapolda Aceh bergerak cepat melakukan koordinasi intensif dengan jajaran pimpinan TNI, mulai dari Pangdam Iskandar Muda (IM), Danpuspomad, hingga Danpomdam IM.

Langkah ini diambil untuk menyampaikan fakta-fakta awal, mendukung penyidikan transparan, sekaligus menjaga komunikasi dan soliditas antar-kedua institusi penegak hukum.

"Atas nama keluarga besar Polda Aceh dan seluruh jajaran, sekali lagi kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha, serta kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia," tegas Joko.

Tiga Pelaku Buron, Masyarakat Dimbau Tenang

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus memburu tiga terduga bandar narkoba yang berhasil meloloskan diri dalam insiden berdarah tersebut.

Polda Aceh mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan bijak dalam menyebarkan informasi maupun konten video di media sosial demi menjaga situasi kondusif.

"Apabila masyarakat ada yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut, kami mengharapkan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan perkara," pungkas Joko.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.