Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) melakukan revitalisasi Pasar Minggu agar terintegrasi dan sampah terkelola demi kenyamanan masyarakat.
"Kami melakukan peninjauan ke kawasan Pasar Minggu, di mana dari hasil peninjauan untuk kondisi pasar memang sudah sangat mendesak untuk dilakukan revitalisasi," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta, Senin.
Syafrin mengatakan fokus perhatian dalam peninjauan tersebut adalah rencana integrasi kawasan pasar dan lokasi binaan (lokbin), termasuk pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Selain pasar, nantinya lokbin yang menjadi tempat aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan direvitalisasi.
Menurutnya, penataan lokbin perlu dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan kawasan pasar sehingga aktivitas pedagang dan masyarakat yang berbelanja menjadi lebih mudah dan nyaman.
"Kita tidak hanya melihat dari sisi PD Pasar Jaya atau lokasi binaan UMKM secara terpisah, tetapi secara keseluruhan harus diintegrasikan supaya aktivitas pedagang dan pembeli lebih mudah," ucapnya.
Adapun pihaknya sudah berdiskusi dengan pengelola pasar terkait proses revitalisasi yang saat ini telah memasuki tahap nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Ia berharap, setelah proses MoU selesai, dapat segera ditindaklanjuti dengan penyusunan perencanaan revitalisasi secara komprehensif.
Sementara itu, untuk penataan lokbin, Syafrin mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta. Penataan akan mencakup berbagai zona aktivitas, mulai dari pasar basah, pasar kering, pasar kuliner, hingga area parkir.
"Tujuannya agar masyarakat yang berkunjung ke lokbin mendapatkan pengalaman yang baik dan nyaman dalam bermobilitas. Dengan begitu, akan muncul keinginan dari warga untuk langsung menuju ke dalam pasar dan tidak lagi berbelanja di trotoar yang saat ini dikuasai oleh PKL," katanya.





