Pameran Foto Prahara Pulau Emas Digelar di Istano Basa Pagaruyung, Tampilkan 68 Karya Bencana
Rezi Azwar July 27, 2026 08:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR - Sebanyak 68 karya dari 38 pewarta foto Indonesia dipamerkan dalam pameran foto jurnalistik bertajuk Prahara Pulau Emas di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Senin (27/7/2026).

Pameran ini menampilkan rekam visual hasil dokumentasi langsung para fotografer saat menerjang lokasi bencana alam.

Kegiatan pameran ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly.

Pameran ini terselenggara berkat kolaborasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Matawaktu, PT PLN (Persero) dan Pemkab Tanah Datar.

Baca juga: Catat Tanggalnya! Tarif Trans Padang Cuma Rp1 Khusus 7 Agustus 2026

Dokumentasi visual bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumbar pada penghujung 2025, ditampilkan dalam pameran tersebut.

Fadly mengakui foto-foto yang ditampilkan pada pameran sangat membuat hati terenyuh.

Melalui foto-foto yang ditampilkan,  pengunjung bisa melihat secara detail dan merasakan bagaimana dampak dari bencana yang melanda. 

"Tentu hal ini menimbulkan empati sangat dalam buat kita. Membuat kita lebih sadar lagi menjaga alam ini, baik kita di pemerintahan, swasta dan masyarakat luas," ujar Fadly dalam keterangannya. 

Melalui pameran foto ini, kata Fadly,  menyadarkan semua pihak bagaimana pentingnya menjaga alam. Dan juga, memperlihatkan bagaimana semangat gotong royong terbangun dalam situasi yang sulit.  

Baca juga: Jembatan di Nanggalo Padang Tak Kunjung Diperbaiki, Anak-Anak Terpaksa Seberangi Sungai ke Masjid

"Kalau kita menjaga alam, alam itu juga menjaga kita. Mudah-mudahan dengan melalui pameran foto ini membuat kesadaran bagi kita supaya kita lebih aware lagi mencintai lingkungan. Dan dalam pameran foto ini juga menampilkan semangat gotong royong, masyarakat saling bantu membantu," ucapnya. 

Fadly mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi sebesar-besarnya kepada PFI yang telah menggelar pameran foto tersebut. Apalagi, dipilihnya Tanah Datar sebagai lokasi kegiatan. 

"Kami patut berbangga karena pameran ini pertama kali dilaksanakan di Sumbar, terutama di Kabupaten Tanah Datar yang berlokasi di Istana Baso Pagaruyung kebanggan kita," kata dia. 

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar ke depan akan siap berkolaborasi dengan PFI. Salah satunya, upaya meningkatkan pariwisata. 

"Melalui pameran foto tentunya bisa menampilkan hal yang indah di wilayah kami, membuat orang berkunjung di Tanah Datar," tuturnya.

Baca juga: Jalur Lembah Anai Resmi Dibuka, Polres Padang Panjang Ingatkan Truk Tak Over Kapasitas

Koordinator Wilayah PFI Region Sumatra, Hendra Syamhari, mengatakan pameran foto ini bagian dari roadshow pameran karya fotografi jurnalistik di tiga provinsi yang terdampak bencana. 

"Kami berharap dengan adanya pameran ini mengingatkan kepada kita, kepada generasi kita bahwa besok lusa mereka akan melihat Sumatra pernah hancur seperti ini," kata Hendra.

"Kita sebagai generasi sebelumnya harus menjaga. Kita yang saat sekarang ini masih aman, bagaimana agar kita bisa menjaga atau pun merawat alam kita sehingga bisa terus dinikmati oleh anak cucu kita" sambungnya. 

Hendra menambahkan, pameran foto ini menyajikan peristiwa bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut serta upaya penanganan dan pemulihan dampak bencana. 

"Kami menampilkan 68 karya foto dari 38 pewarta foto di Indonesia yang saat peristiwa bencana alam turun langsung mendokumentasikan," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua PFI Padang Arif Pribadi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang telah mendukung terselenggaranya pameran foto tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.