Peringati Hari Sungai, Pemkot Yogyakarta Hijaukan Kali Code dengan Tanaman Air Mata Pengantin
Joko Widiyarso July 27, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Semangat gotong royong mewarnai peringatan Hari Sungai Nasional 2026 di Taman Perwira Bendung Surokarsan, Senin (27/7/26).

Di tepian Sungai Code, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama berbagai komunitas, TNI AU, mahasiswa, dan pegiat lingkungan mengajak masyarakat kembali melihat sungai sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan koloni lebah madu lanceng dari Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo kepada Ketua Komunitas Peduli Sungai Bendung Surokarsan, Sodiq Ridwanto. 

Setelah itu dilanjutkan penyerahan bibit tanaman air mata pengantin untuk lima kelurahan, yakni Prawirodirjan, Ngupasan, Wirogunan, Keparakan, dan Brontokusuman. 

Kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman tanaman air mata pengantin di Taman Perwira, pelepasan benih ikan wader dan tawes ke Sungai Code, serta penuangan ekoenzim sebagai simbol upaya menjaga kualitas air sungai.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan, peringatan Hari Sungai Nasional menjadi pengingat bahwa sungai memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, mulai dari menjaga keseimbangan lingkungan hingga menjadi sumber penghidupan.

"Hari Sungai Nasional harus kita manfaatkan untuk mengingatkan seluruh masyarakat bahwa sungai adalah sumber kehidupan. Sungai menahan air hujan agar tidak langsung mengalir ke laut, menjadi habitat berbagai makhluk hidup, menyediakan ikan sebagai sumber pangan, sekaligus membantu mencegah banjir. Karena itu, menjaga sungai adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Hasto mengakui kondisi sungai di perkotaan masih menghadapi persoalan sampah yang terus ditanggulanginya sejak awal menjabat Wali Kota Yogyakarta.

Cermin budaya masyarakat

Menurutnya, kebersihan sungai bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga mencerminkan budaya masyarakat dalam memperlakukan lingkungan.

"Kita tidak perlu malu mengakui bahwa sungai kita masih ada yang dipenuhi sampah. Pendidikan setinggi apa pun tidak akan berarti jika kita masih membuang sampah ke sungai. Sungai yang bersih lahir dari kesadaran bersama," katanya.

Satu hal yang menarik perhatian dalam peringatan tersebut adalah penanaman tanaman air mata pengantin di sepanjang bantaran sungai. 

Tanaman ini dipilih karena memiliki manfaat ekologis sekaligus ekonomi, di mana bunganya menghasilkan nektar yang sangat disukai lebah lanceng. 

"Ketika air mata pengantin ditanam di pinggir sungai, lebah lanceng akan datang mengisap nektarnya dan menghasilkan madu. Jadi tanaman ini bukan hanya mempercantik sungai, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Di kawasan Sungai Code bahkan madu lebah lanceng sudah berhasil dipanen," ungkapnya.

Mantan Bupati Kulon Progo tersebut menambahkan, kondisi sungai yang bersih juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat. 

Bukan tanpa alasan, pencemaran sungai, terutama dari limbah rumah tangga, dapat menurunkan kualitas air tanah yang masih banyak dimanfaatkan warga.

"Menjaga sungai berarti menjaga kesehatan masyarakat. Lingkungan yang sehat menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk stunting pada anak," pungkasnya. (aka)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.