Baca juga: Perkelahian 2 Remaja Berakhir Pembunuhan, Pelaku Pelajar Usia 16 Tahun
Langkah ini diambil guna meluruskan informasi simpang siur yang beredar di masyarakat serta memastikan pembinaan berjalan maksimal.
Kadisdik mengawalinya dengan mendatangi langsung rumah korban perkelahian yang mengalami patah tulang, Diki Fahreza.
Kadisdik melihat kondisi fisik korban sekaligus memastikan penanganan kekeluargaan berjalan lancar.
Guna memberikan pengarahan langsung dan mencegah insiden serupa terulang, Kadisdik M. Ami Ismet Balau mendatangi SMPN 5 Dente Teladas.
"Langkah pembinaan ini kami lakukan secara menyeluruh. Kami ingin memastikan situasi belajar-mengajar kembali kondusif, sekaligus meluruskan berbagai disinformasi yang sempat simpang siur di tengah masyarakat," ujar Ami Ismet Balau, Senin (27/7/2026).
Kadisdik menjelaskan bahwa terdapat dua kasus perkelahian berbeda yang baru-baru ini terjadi di lingkungan siswa kelas VII SMPN 5 Dente Teladas.
Meski waktu dan pelakunya berbeda, akar permasalahannya serupa, yaitu konflik lama yang terbawa sejak bangku Sekolah Dasar (SD).
Perkelahian antara Muhammad Noval Azmi dan Arya Saputra terjadi saat jam pelajaran Matematika ketika guru keluar kelas sejenak.
Insiden ini diprovokasi oleh siswa bernama Fajar dan Rama.
Video perkelahian tersebut sempat disebarkan hingga viral di status WhatsApp.
"Pihak keluarga telah saling memaafkan karena bertetangga dekat. Mediasi resmi dilakukan pada Senin (20/7/2026) melalui penandatanganan Surat Perjanjian Damai bermaterai. Sanksi tegas dan surat pernyataan juga diberikan kepada para provokator serta pelaku," ujarnya.
Kadis menjelaskan, perkelahian kedua melibatkan Muhammad Andika Rohman dan Diki Fahreza yang dipicu aksi saling ejek nama orang tua.
Duel yang terjadi di area kebun karet Jalan Jahe, Desa Dente Makmur, mengakibatkan Diki mengalami patah tulang pada bagian lengan.
"Orang tua Andika telah bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan Diki. Mediasi resmi difasilitasi oleh Kepala Desa Dente Makmur dan Kepala Desa Way Dente pada Sabtu (25/7/2026) dengan kesepakatan damai secara kekeluargaan,"
Guna menjaga wilayah dalam situasi kondusif serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, Dinas Pendidikan bersama pengawas sekolah juga telah berkoordinasi secara resmi dengan pihak kepolisian.
"Untuk menghindari simpang siur dan hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, pengawas sekolah sudah melaporkan kedua kejadian tersebut beserta kronologis lengkapnya ke pihak Polsek Dente Teladas," pungkas Ami.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya memberikan pembinaan karakter dan mental bagi seluruh siswa, terutama murid kelas VII didampingi Kabid Dikdas Firdaus, Kabid PAUD/PNF Tei Sumarto, Pengawas Narayana, Polsek, Babin Kantibmas, Kepala Kampung Dente Makmur Marlena, Camat Dente Sukadi, dan Kepala Sekolah Yepi.
( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Fajar Ihwani Sidiq )