Analisis Drama VAR & 3 Keputusan Kontroversial Wasit Argentina vs Mesir Berdasarkan Aturan FIFA!
Ni'amu Shoim Assari Alfani July 27, 2026 10:42 PM

- Argentina berhasil membalikkan keadaan dan menang dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Namun, pertandingan ini menyisakan tiga momen yang paling banyak diperdebatkan: penalti untuk Argentina, gol Mesir yang dianulir, dan gol kemenangan Argentina yang tetap disahkan.

Mari kita bahas satu per satu, berdasarkan aturan FIFA.

Pertama, mengapa Argentina mendapatkan penalti?

Berdasarkan aturan FIFA, tendangan penalti diberikan apabila seorang pemain bertahan melakukan pelanggaran yang dapat dihukum dengan tendangan bebas langsung di dalam area penalti sendiri.

Pelanggaran seperti menjegal, mendorong, menarik lawan, atau melakukan handball yang memenuhi kriteria pelanggaran akan menghasilkan penalti.

Dalam pertandingan ini, wasit menilai pelanggaran pemain Mesir memenuhi unsur tersebut setelah dilakukan pemeriksaan VAR, sehingga keputusan penalti tetap sesuai prosedur yang berlaku.

Kedua, mengapa gol Mesir dianulir?

Inilah keputusan yang paling memancing perdebatan.

Berdasarkan aturan FIFA, VAR diperbolehkan meninjau kembali fase serangan yang langsung menghasilkan gol. Jika dalam proses serangan tersebut ditemukan pelanggaran yang dilakukan tim penyerang sebelum gol tercipta, maka gol harus dianulir.

Dalam laga ini, VAR menemukan adanya pelanggaran terhadap pemain Argentina pada awal rangkaian serangan Mesir.

Karena pelanggaran itu masih berada dalam fase serangan yang sama hingga akhirnya berbuah gol, wasit membatalkan gol tersebut.

Jadi, pembatalan bukan karena offside atau handball saat mencetak gol, melainkan karena adanya pelanggaran lebih dahulu dalam proses terciptanya gol.

Ketiga, mengapa gol ketiga Argentina tidak dianulir?

Banyak yang mempertanyakan mengapa insiden sebelum gol kemenangan Argentina tidak dianggap pelanggaran.

Berdasarkan aturan FIFA, VAR hanya boleh mengintervensi apabila terdapat kesalahan yang jelas dan nyata atau insiden serius yang terlewat oleh wasit.

Pada gol ketiga Argentina, tim VAR menilai tidak terdapat pelanggaran yang memenuhi ambang "clear and obvious error".

Sebelum gol ketiga Argentina tercipta, memang Julian Alvarez sempat terlibat kontak dengan Mohamed Salah.

Namun, Mohamed Salah terlebih dahulu kehilangan bola saat dihalangi oleh pemain Argentina.

Meski kaki Mohamed Salah menyentuh Julian Alvarez, diduga wasit menganggap kaki pemain Argentina itu berada di belakang dan tidak ada niatan untuk menyerang.

Karena tidak ada bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa telah terjadi pelanggaran sebelum gol tercipta, keputusan wasit di lapangan tetap dipertahankan dan gol disahkan.

Perlu dipahami bahwa VAR bukan bertugas mengulang seluruh pertandingan atau menilai setiap kontak antarpemain.

VAR hanya mengoreksi kesalahan yang benar-benar jelas sesuai protokol yang telah ditetapkan.

Terlepas dari kontroversi yang muncul, ketiga keputusan tersebut mengacu pada penerapan Laws of the Game dan protokol VAR yang digunakan FIFA dalam kompetisi resmi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.