TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Nasib tragis menimpa MK alias CI (21), sosok pemuda yang bekerja sebagai tenaga housekeeping tempat hiburan malam (THM) di Kota Kendari.
Niatnya membela teman dan membalas pengadangan oleh kelompok pemuda lain justru menjadi akhir perjalanan hidupnya.
MK berbalik menjadi korban penikaman di kawasan eks MTQ Kendari, seputaran Tugu Religi Sultra, Senin (27/07/2026) dinihari.
Lokasinya di pusat kota ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jl Tebaununggu II, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.
Upaya terakhirnya menyelamatkan diri dengan meloncat ke kanal kawasan ini sempat terekam video viral di media sosial (medsos).
Terdapat 2 penggalan video yang diperoleh TribunnewsSultra.com, masing-masing berdurasi 49 detik dan 1 menit 43 detik.
Satu video merekam aksi kejar-kejaran kelompok pemuda hingga korban menceburkan diri ke kanal.
Baca juga: Pelaku Tunjuk Lokasi Penikaman di Eks MTQ Kendari, Polisi Susuri Kanal Cari Barang Bukti
Video lainnya memperlihatkan kondisi korban di kanal hingga upaya penyelamatan yang dilakukan sejumlah warga.
Hanya sekitar 15 jam pascapenikaman dan penganiayaan yang membuat korban meregang nyawa, polisi meringkus terduga pelaku.
Polisi mengamankan 4 orang yang diduga terlibat perkelahian dan penganiayaan tersebut sekitar pukul 16.30 Wita.
Mereka diringkus tim Buru Sergap Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Kota atau Buser77 Satreskrim Polresta Kendari.
Bersama Unit Keamanan Satuan Intelijen Keamanan (Unitkam Sat Intelkam) Polresta.
Penangkapan dibenarkan Kepala Satuan atau Kasatreskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, kepada wartawan TribunnewsSultra.com.
Para pemuda yang diamankan sekaitan kasus tersebut masing-masing berinisial AL (23), MA (20), IB (21), dan ZU (22).
Mereka berasal dari Gunung Jati, salah satu kawasan dan kelurahan di wilayah Kota Lama Kendari, sekitar 10-11 kilometer (km) atau 25 berkendara dari lokasi kejadian.
“Ya pelaku 4 orang telah kami ringkus,” kata Perwira Menengah (Pamen) Polri alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2013 ini.
Para terduga pelaku kemudian digiring ke Markas Polresta Kendari, Jl DI Panjaitan, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua.
Polisi selanjutnya menginterogasi mereka untuk mendalami kronologi hingga motif di balik peristiwa tersebut.
Kepolisian pun sempat mendatangi kembali lokasi kejadian di kawasan eks MTQ Kendari untuk mencari barang bukti.
Dua di antara terduga pelaku ikut diboyong polisi ke lokasi ini sekitar pukul 17.30 Wita.
Berdasarkan pantauan wartawan TribunnewsSultra.com, Kompol Welliwanto memimpin langsung pencarian barang bukti itu.
Satu barang bukti berupa senjata tajam (sajam) jenis badik sebelumnya sudah diamankan polisi dari tangan ZU saat diamankan.
Baca juga: 4 Pemuda Asal Gunung Jati Ditangkap, Diduga Para Pelaku Pembunuhan Karyawan THM di Eks MTQ Kendari
Pencarian barang bukti inipun menarik perhatian warga, begitupun pengendara yang melintas.
Saat berada di TKP, Kompol Welliwanto sempat menanyai 2 terduga pelaku mengenai lokasi persis penikaman terjadi.
Dia bersama terduga pelaku pun menunjuk depan salah satu toko di sudut persimpangan Jl Tebaununggu-Jl H Supu Yusuf.
Tak lama berselang, polisi bersama pelaku pun mendekati kanal, lokasi korban sempat meloncat untuk menceburkan diri.
Kemudian polisi menyusuri kanal untuk mencari barang bukti.
Salah satu petugas pun terlihat turun ke dalam kanal, berjibaku dengan lumpur, hingga masuk ke dalam gorong-gorong kanal.
Barang bukti sepotong balok kayu yang diduga dibuang pelaku ke dalam kanal pun berhasil diamankan petugas.
Petugas juga mengamankan 2 bongkahan paving blok di pinggir jalan, tak jauh dari TKP penikaman.
Baca juga: Awal Mula Penikaman di Eks MTQ Kendari, Karyawan THM Datangi Kelompok Pemuda usai Temannya Dihadang
Usai mengamankan barang bukti, pelaku kembali digiring ke Polresta Kendari untuk menjalani proses lebih lanjut.
Video viral detik-detik MK berupaya menyelamatkan diri usai ditikam dengan menceburkan diri ke kanal kawasan eks MTQ Kendari beredar luas di media sosial (medsos).
Dalam video berdurasi 49 detik, terlihat kelompok pemuda terlibat kejar-kejaran di ruas jalan protokol tersebut.
Di sisi kanan jalan, terlihat seorang pria menceburkan diri ke kanal berlumpur yang berada di sisi kiri pelataran Tugu MTQ.
Seorang pemuda berbaju hitam masih mencoba mengejarnya, meski terhenti di sisi kanal.
Pemuda lainnya terlihat melemparkan balok kayu ke arah korban yang terus bergerak menjauh dari tepian kanal sisi kiri.
Korban terlihat sempat mengangkat tangan kanannya.
Meski demikian, sekelompok pemuda sekembalinya dari pengejaran masih melempari korban dengan batu dari atas kanal.
Korban yang mengenakan kaos hitam berupaya menghindarinya, raungannya pun sempat terdengar.
Setelah kelompok pengejarnya menjauh dan meninggalkan lokasi, korban pun mencoba kembali bergerak ke tepian.
Sementara, video viral lainnya berdurasi 1 menit 43 detik, merekam detik-detik upaya penyelamatan terhadap korban.
Dua pemuda dari tepian kanal mencoba menarik tangan dan baju korban untuk mengangkatnya.
Terlihat kondisi korban mulai lemas, mulut dan tubuhnya sudah berdarah.
Upaya penyelamatan pertama itu sempat gagal, pegangan korban terlepas dan kembali tercebur ke kanal.
Korban terlihat masih berupaya bergerak, tapi tubuhnya justru kembali menjauh dari tepian.
Baca juga: BREAKING NEWS Karyawan THM Tewas Ditikam di Kawasan Eks MTQ Kendari, Dikejar hingga Loncat ke Kanal
Seorang pemuda akhirnya ikut menceburkan diri ke kanal, menggapai tubuh korban.
Pemuda itu kemudian membawa tubuh korban kembali ke tepian, sejumlah orang pun menjulurkan tangan untuk menariknya ke atas.
Kapolsek Mandonga, AKP Hastantya Bagas Saputra, dikonfirmasi wartawan TribunnewsSultra.com, membenarkan kejadian tersebut.
“Betul pak, anggota kami ke tempat kejadian perkara (TKP),” kata kapolsek yang markasnya berlokasi tak jauh dari kawasan eks MTQ Kendari itu, sekitar 200an meter.
Diapun membenarkan korban penikaman meninggal dunia.
“Korban meninggal. Namun untuk laporan dibuat di Polresta Kendari,” jelasnya.
Markas Polsek Mandonga berlokasi di Jl Abunawas, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.
Terpisah, seorang warga berinisial S, mengatakan, korban diduga meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Luka di dada. Infonya meninggal waktu dibawa ke RS,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunnewsSultra.com, sebelum kejadian, korban bersama sejumlah rekannya diduga terlibat keributan dengan kelompok pemuda lain.
Dalam insiden tersebut, kedua kelompok diduga terlibat aksi saling serang menyerang.
Kronologi peristiwa berdarah itu berawal pada Sabtu dinihari sekitar sekitar pukul 01.00 Wita.
Korban MK yang sedang berada di kosnya di kawasan Kecamatan Puuwatu, didatangi oleh dua orang rekannya, yakni GR (21) dan A.
Kecamatan ini berjarak sekitar 6,6 km atau 14 menit berkendara dari lokasi kejadian di kawasan eks MTQ Kendari.
Kepada korban, GR menceritakan bahwa dirinya baru saja dicegat oleh dua orang tak dikenal.
Saat melintas di samping salah satu tempat biliar di Jl H Supu Yusuf, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.
Namun GR mengaku enggan melayani panggilan pemuda itu dan langsung memacu sepeda motornya, meski dia sempat dibuntuti.
Tak lama berada di kos korban dan menceritakan peristiwa yang dialaminya, GR menerima pesan singkat dari rekannya AR.
AR mengabarkan kepada GR bahwa kelompok pemuda yang sempat mengadangnya sedang berada di kawasan eks MTQ Kendari.
Mendengar kabar itu, GR bersama korban MK dan rekannya AD kemudian pergi.
Mereka berboncengan tiga mengendarai sepeda motor menuju ke kawasan eks MTQ.
Dalam perjalanan, korban sempat berhenti untuk mengambil botol kaca dan sebatang balok kayu.
Pemberhentian di sekitar tempat biliar, lokasi GR sempat dicegat kelompok pemuda yang berjarak hanya sekitar 1 km dari kawasan eks MTQ.
Setibanya di kawasan tersebut, korban dan rekan-rekannya mendapati sekelompok pemuda yang diduga sempat mengadang GR.
Mereka sedang duduk di tepi jalan kawasan eks MTQ, tepatnya simpang tiga Jl Tebaununggu II dan Jl H Supu Yusuf.
Korban langsung melempar botol kaca ke arah kerumunan pemuda tersebut dan mengejar mereka menggunakan balok kayu.
Kelompok pemuda itu sempat berhamburan, namun kemudian melakukan serangan balik.
Mereka mengambil balok kayu hingga batu dan balik mengejar korban serta rekan-rekannya.
Perkelahian sengit tak terhindarkan di depan salah satu kios kawasan ini, saling kejar-mengejar terjadi di jalan raya.
Saat bentrokan terjadi, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan langsung menikam rusuk kiri korban.
Usai mengalami luka tusuk, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan melompat ke dalam kanal saat kelompoknya dikejar.
Warga sekitar kemudian memberikan pertolongan dengan mengangkat korban dari kanal sebelum membawanya ke RS.
Namun naas, setibanya di RS dr R Ismoyo Kendari, sekitar 1 km dari lokasi kejadian, tim medis menyatakan korban telah meninggal.
Sekitar pukul 04.22 Wita, jenazah korban kemudian dipindahkan ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum et repertum.(*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono/La Ode Ahlun Wahid)