Seperti kepindahan Yan Diomandé ke PSG yang kandas meski semuanya tampak hampir beres, ada pula transfer lain yang runtuh pada momen-momen paling akhir di jendela transfer.
Karena itu, berikut kilas balik beberapa contoh yang paling dikenang.
Pemutar video sedang dimuat.
Mari kembali ke awal 2023, ketika Paris menjalani jendela transfer musim dingin yang sangat tenang tanpa satu pun pemain datang. Namun, klub ibu kota Prancis itu memutuskan bergerak di menit akhir dan membidik Hakim Ziyech, yang sedang kesulitan di Chelsea.
Kedua klub sudah sepakat dengan kesepakatan peminjaman untuk pemain internasional Maroko tersebut. Satu-satunya masalah adalah LFP tidak pernah menyetujui transfer itu, karena kontrak sang pemain datang terlambat.
PSG sendiri menyalahkan Chelsea karena lalai dalam mengirimkan dokumen. Pada akhirnya, Paris tidak mendatangkan satu pemain pun pada musim dingin itu.
Jika berbicara soal kekacauan administrasi, kasus yang satu ini menjadi sorotan di Spanyol selama berhari-hari.
Ketika Real Madrid dan Manchester United sudah sepakat atas transfer kiper Spanyol itu, faks yang mengonfirmasi kedatangan De Gea baru diterima pukul 00.02, tiga menit setelah bursa transfer ditutup.
Transfer itu pun tidak pernah terjadi, sehingga sang penjaga gawang tetap bertahan di Manchester United hingga 2023, saat kontraknya habis.
Salah satu kisah paling liar dalam beberapa tahun terakhir. Saat kepindahannya ke Juventus hampir rampung pada 2020, proses itu masih bergantung pada naturalisasi. Untuk menyelesaikannya, penyerang Uruguay itu harus menjalani tes bahasa Italia, tetapi tes tersebut diduga sudah diatur.
Menurut Corriere dello Sport, sang penyerang bahkan mengakui di hadapan hakim-hakim Italia bahwa ia menerima pertanyaan dan jawaban tes itu lewat email sepekan sebelum mengerjakannya. Luis Suarez akhirnya menandatangani kontrak dengan Atlético Madrid.
Ini mungkin menjadi saga jendela transfer paling ikonik dalam sepak bola Prancis. Pada musim panas 2011, Lille sudah siap merekrut Park Chu-Young dari Monaco. Semuanya sudah beres, sang pemain telah menyelesaikan bagian pertama dari tes medisnya dan dijadwalkan menuntaskan sisanya keesokan hari sebelum meneken kontrak.
Namun, ketika seorang perwakilan klub datang ke hotel pada pagi hari untuk menjemput Park, tidak ada sang pemain, agennya, maupun penerjemah. Mereka pergi pada malam sebelumnya tanpa membayar kamar hotel.
Alasannya? Arsène Wenger begitu saja merebut sang pemain dari Lille dengan menawarkan uang lebih banyak kepada Park dan AS Monaco. Langkah yang cukup menyakitkan itu tidak benar-benar membuahkan hasil, karena penyerang tersebut hanya bermain tujuh pertandingan dalam empat tahun bersama Arsenal.
Pada musim panas 2021, Lazio sangat membutuhkan pemain sayap dan membidik Filip Kostic. Negosiasi berlangsung alot dan berlarut-larut hingga hari-hari terakhir jendela transfer.
Namun, transfer itu akhirnya gagal karena para petinggi klub Roma itu kabarnya mengirim penawaran mereka ke alamat email yang salah. Akan tetapi, cerita tidak berhenti di situ, sebab menurut Sky Deutschland dan agen sang pemain, para petinggi klub Jerman itu diduga sengaja memberikan alamat yang keliru agar transfer tersebut tidak terjadi.
Akibatnya, jendela transfer musim panas keburu ditutup dan kepindahan itu tidak pernah terwujud.
Artikel ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Kecerdasan Buatan. Anda dapat membaca versi aslinya dalam 🇫🇷 di sini.
📸 JAVIER SORIANO