Pemadaman Listrik Diduga Picu Kematian 5.000 Ekor Ayam, DPRD HST Segera Panggil PLN
Hari Widodo July 27, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Ketua Komisi I DPRD Hulu Sungai Tengah (HST), Yajid Fahmi AS, mendesak PT PLN meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan kelistrikan.

Hal itu disampaikan menyusul kasus matinya lebih dari 5.000 ekor ayam di kandang close house milik peternak di Desa Aluan Sumur yang diduga dipicu pemadaman listrik berkepanjangan.

Yajid mengaku prihatin atas musibah yang dialami peternak, Senin, (27/07/2026). 

Menurutnya, kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa.

"Kami turut prihatin. Semoga pemilik usaha diberikan kesabaran dan digantikan dengan rezeki yang lebih baik. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua," ujarnya.

Baca juga: Sorot Banyaknya Keluhan Pemadaman Listrik, DPRD HSS Agendakan Pertemuan dengan PLN ULP Kandangan

Ia menegaskan Komisi I DPRD HST akan segera memanggil manajemen PLN menyusul banyaknya keluhan dan aspirasi masyarakat terkait pemadaman listrik yang dinilai semakin meresahkan.

"Kami membutuhkan jawaban yang konkret dari PLN. Sampai kapan kondisi seperti ini akan terus terjadi. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan akibat pelayanan yang tidak memberikan kepastian," tegasnya.

Yajid juga menyoroti alasan yang disampaikan PLN terkait pemadaman bergilir yang dinilainya tidak konsisten. 

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir penyebab pemadaman kerap berubah, mulai dari keterbatasan pasokan batu bara, pemeliharaan jaringan, hingga adanya kerusakan.

"Ini yang menjadi perhatian kami. Alasan pemadaman jangan berubah-ubah. Kemarin karena keterbatasan pasokan batu bara, kemudian karena pemeliharaan, lalu berikutnya karena kerusakan. PLN harus memiliki langkah antisipasi yang lebih profesional dalam menyikapi keadaan agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban," katanya.

Menurut Yajid, persoalan listrik tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran, mengganggu ketenteraman masyarakat, serta menghambat aktivitas ekonomi.

"Kasus matinya ribuan ayam ini menjadi bukti bahwa dampak pemadaman listrik sangat nyata. Kalau tidak segera dibenahi, bukan hanya pelaku usaha yang dirugikan, tetapi masyarakat luas juga akan terdampak," ujarnya.

Baca juga: Giliran Pemadaman Listrik di Banjarmasin dan Banjarbaru 28 Juli 2026, Dimulai Pukul 00.00 WITA

Ia meminta PLN memperbaiki tata kelola pelayanan, memberikan informasi yang maksimal kepada masyarakat, serta mengupayakan agar pemadaman tidak berlangsung terlalu lama.

Selain itu, Yajid mendorong dinas terkait untuk terus memberikan pendampingan dan pembinaan kepada pelaku usaha yang terdampak. 

Ia juga menyoroti sulitnya memperoleh solar subsidi sebagai bahan bakar generator cadangan.

"Pengusaha sebenarnya sudah berupaya mengantisipasi dengan menyediakan genset. Namun solar subsidi sangat sulit diperoleh, sementara harga solar eceran sangat tinggi. Kondisi ini justru semakin memperberat tantangan yang dihadapi para pelaku usaha," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.