Mayoritas Gedung Sekolah di Jakarta Berusia Lebih dari 20 Tahun, Pemprov Bentuk Tim Revitalisasi
Feryanto Hadi July 28, 2026 12:17 AM

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana mengungkapkan banyak gedung sekolah negeri di Jakarta telah berusia tua, bahkan sebagian di antaranya dibangun sebelum Indonesia merdeka. Kondisi itu menjadi dasar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memetakan sekolah-sekolah yang diprioritaskan untuk direvitalisasi.

"Kalau dibuat klasifikasi di pembangunannya, memang gedung kita ada yang saya belum lahir saja sudah dibangun," kata Nahdiana dalam rapat kerja bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Nahdiana menjelaskan, berdasarkan pendataan Disdik DKI, terdapat gedung sekolah yang dibangun sebelum 1947.

Sebagian di antaranya merupakan bangunan cagar budaya (heritage) sehingga proses penanganannya harus dilakukan secara khusus.

"Ada yang umurnya dibangun sebelum 1947. Jadi ini yang sebagian adalah yang heritage memang ada 13 gedung," ujarnya.

Menurut Nahdiana, hanya sekitar 40 persen gedung sekolah di Jakarta yang dibangun dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Baca juga: Sekolah yang Direnovasi Tahun 2026 Jadi 11 Sekolah, Pemprov DKI Jakarta Anggarkan Miliaran Rupiah

Artinya, mayoritas bangunan sekolah telah berusia lebih dari dua dekade sehingga memerlukan perhatian, baik melalui rehabilitasi maupun pembangunan ulang.

Untuk mempercepat penanganan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membentuk Tim Percepatan Revitalisasi Gedung Sekolah yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Tim tersebut bertugas memeriksa kondisi seluruh gedung sekolah dan menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat kerusakan.

Pembentukan tim itu juga menjadi tindak lanjut setelah kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik karena bangunannya roboh dan belum diperbaiki sejak November 2024.

Nahdiana mengatakan, tim tidak hanya akan mengevaluasi 22 sekolah yang sebelumnya telah diusulkan untuk direvitalisasi.

Sekolah-sekolah lain yang diduga mengalami kerusakan juga akan diperiksa agar penentuan prioritas pembangunan dilakukan secara lebih tepat.

"Akan terlihat apakah dia tidak perlu rehab total, hanya rehab berat dan lain-lain. Karena nanti dari tim itu akan mendapatkan prioritas pembangunan. Jadi dirapikan sekalianlah bahasa simpelnya," kata Nahdiana.

Selain memeriksa kondisi fisik bangunan, tim juga akan menginvestigasi proses pembangunan untuk mengidentifikasi hambatan yang selama ini menyebabkan proyek revitalisasi mengalami keterlambatan.

Nahdiana menuturkan, semula Disdik DKI mengusulkan revitalisasi 22 sekolah pada 2026. Namun akibat penyesuaian anggaran, hanya tujuh sekolah yang masuk tahap pertama pembangunan.

Belakangan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menambah empat sekolah ke dalam daftar prioritas sehingga total terdapat 11 sekolah yang dipercepat penanganannya, termasuk SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 11.

"Nanti tim akan memastikan apakah sekolah itu memang perlu dibangun total atau cukup direhabilitasi sesuai kondisinya," ujar Nahdiana. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.