TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) secara rutin merilis data hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat.
Dengan cara ini, masyarakat dapat mengetahui lokasi Karhutla secara real-time dan lebih mudah memahami sebaran titik api di sekitar wilayahnya.
Dengan mengaktifkan layer ini, titik hotspot dari BMKG/LAPAN akan lebih mudah dipantau.
Cara ini praktis digunakan oleh masyarakat, jurnalis, maupun aparat untuk memantau perkembangan Karhutla di Kalbar.
• Pelajar Pontianak Rasakan Dampak Langsung Karhutla, Jalan Gelap hingga Mata Perih
2. Aktifkan layer satelit
2. Pilih ikon layer di kanan atas
3. Pilih “Satelit” agar tampilan lebih detail
4. Gunakan koordinat hotspot BMKG/LAPAN
5. Pantau area Kalbar
6. Aktifkan notifikasi lokasi
• Bupati Sujiwo Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Karhutla di Kubu Raya: Saya Yakin 90 Persen Dibakar!
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) resmi mengajukan protokol hujan buatan ke pemerintah pusat imbas kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kota Pontianak dan sekitarnya sejak Jumat 24 Juli 2026 lalu.
Berdasarkan data terakhir yang dikeluarkan oleh BMKG Kalbar per Sabtu 25 Juli, ada total 1.317 titik panas yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel saat dikonfirmasi menyebut segala upaya terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak karhutla yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.
Mulai dari mengerahkan personel darat, hingga personel udara dengan melakukan waterbombing di titik lokasi yang sulit dijangkau.
Namun demikian, titik panas yang terus bertambah meningkatkan risiko bertambahnya titik api.
"Sudah usulkan, tinggal bagaimana hasilnya masih menunggu," kata Daniel kepada TribunPontianak.co.id, Minggu 26 Juli 2026.
Di sisi lain BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat masih akan mengalami kondisi minim hujan dalam sepekan ke depan.
Bahkan, hingga akhir Juli 2026, curah hujan diprediksi berada pada kategori rendah dengan sifat hujan di bawah normal.
Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Rizky Noventia Pertiwi, mengatakan berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan di Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan masih tergolong rendah.
Khusus untuk Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, cuaca diprakirakan didominasi cerah hingga cerah berawan.
"Berdasarkan prakiraan BMKG, dalam satu pekan ke depan potensi hujan di Kalimantan Barat masuk dalam kategori rendah. Untuk wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak juga diprakirakan dominan cerah hingga cerah berawan," ujar Rizky saat dihubungi, Sabtu 25 Juli 2026.
Meski demikian, BMKG masih melihat adanya peluang hujan ringan pada 30 hingga 31 Juli 2026 di sebagian wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak.
Namun, hujan tersebut diprakirakan terjadi secara lokal dan tidak merata.
"Terdapat potensi hujan ringan pada tanggal 30 dan 31 Juli di sebagian wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak, namun diprakirakan tidak merata," katanya.
(*)