TRIBUNJAKARTA.COM - Aturan ganjil genap di Jakarta kembali diberlakukan pada Selasa (28/7/2026) dan berlaku buat pelat genap.
Pembatasan kendaraan ini diterapkan di puluhan ruas jalan utama hingga akses tol untuk mengurai kemacetan saat jam sibuk.
Sistem ini mengatur kendaraan berdasarkan angka terakhir pelat nomor yang harus sesuai dengan tanggal kalender.
Pada tanggal genap, hanya kendaraan dengan pelat nomor genap yang boleh melintas.
Sebaliknya, kendaraan berpelat ganjil hanya diperbolehkan melintas saat tanggal ganjil.
Aturan ini dibagi dalam dua sesi waktu:
Pembatasan ini bertujuan untuk menekan kemacetan, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan sistem ganjil genap juga mencakup sejumlah akses masuk (on ramp) dan akses keluar (off ramp) jalan tol yang berada di dalam kawasan penerapan ganjil genap.
Dengan demikian, kendaraan yang melewati akses tersebut tetap wajib mengikuti ketentuan sesuai wilayah yang dilintasi.
"Termasuk 28 akses on ramp atau off ramp di gerbang tol, kalau dia bagian dari area yang ganjil genap, maka yang diberlakukan itu bukan sesuatu yang baru," kata Pramono.
Pengendara yang melanggar aturan ganjil genap akan dikenakan sanksi tilang.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pelanggar dapat dikenai denda maksimal hingga Rp500.000.
Perlu diketahui, aturan ganjil genap tidak berlaku pada:
Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019.
Baca juga: Dagangan Dirusak Jadi Penyebab Warga Menteng Mengamuk Hingga Serang Kelompok Pemuda
Pelanggaran dapat dikenakan denda maksimal sebesar Rp500.000 sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009.
Ruas Jalan yang berlaku ganjil genap Jakarta hari ini, Selasa (28/7/2026) :