TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yanto Idorway alias Suryanto Idorway, presenter TVRI Papua Barat akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa usai terpeleset dan hanyut di Sungai Memti pada Sabtu (18/6/2026).
Jasad Yanto Idorway ditemukan terjepit di antara bebatuan Sungai Memti, Senin (27/7/2026)) tak jauh dari lokasi awal dirinya terpeleset.
Baca juga: Jasad Presenter TV Yanto Idorway Ditemukan Terjepit di Antara Bebatuan Sungai 9 Hari Pasca Hanyut
Penemuan jasad Yanto Idorway sekaligus menutup operasi pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, relawan, masyarakat, hingga pihak keluarga.
Polda Papua Barat mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar area perairan.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ketika berada di sekitar sungai, air terjun, maupun pantai, terutama saat terjadi cuaca buruk atau kenaikan debit air.
Yanto Idorway, yang juga dikenal sebagai Suryanto Idorway, adalah presenter TVRI Papua Barat.
Dia dikenal sebagai pembawa acara berbagai program dan kegiatan resmi di Papua Barat.
Rekan kerja dan keluarganya mengenal Yanto sebagai sosok yang aktif di dunia penyiaran.
Yanto tengah berada pada fase karier yang berkembang.
Selain sebagai presenter dan penyiar TVRI Papua Barat, Yanto Idorway juga kerap menjadi master of ceremony (MC) untuk berbagai acara pemerintahan maupun kegiatan masyarakat di Papua Barat.
Menurut keluarganya, sebelum peristiwa itu terjadi, Yanto baru memperoleh lebih banyak kepercayaan untuk memandu berbagai acara.
Dia juga memiliki harapan tampil pada ajang-ajang yang lebih besar.
Pada Juli 2026, Yanto menjadi sorotan publik setelah dilaporkan hilang saat berwisata di kawasan Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak.
Setelah sembilan hari pencarian oleh tim SAR dan relawan, Yanto akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada 27 Juli 2026.
Kepergiannya mendapat perhatian luas dari masyarakat Papua Barat, rekan-rekan jurnalis, dan insan penyiaran yang mengenalnya sebagai sosok muda yang berdedikasi di dunia televisi.
Air Terjun Memti dikenal sebagai destinasi wisata alam yang berada di Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Air terjun ini dikelilingi hutan hujan tropis yang masih sangat alami, sehingga menawarkan suasana tenang dan udara yang sejuk.
Air Terjun Memti memiliki aliran jernih di tengah hutan Pegunungan Arfak.
Air terjun ini juga dikelilingi hutan tropis.
Namun arus sungai bisa menjadi sangat deras dan berbahaya setelah hujan.
Lokasi ini cocok untuk fotografi alam dan menikmati suasana yang masih alami.
Perjalanan menuju lokasi cukup menantang dan biasanya memerlukan kendaraan menuju Kampung Sisrang, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki (trekking).
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIT.
Saat itu, Yanto Idorway bersama dua rekannya tengah berkunjung ke destinasi wisata Air Terjun Memti.
Air Terjun Memti adalah destinasi wisata alam yang berada di Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Air terjun ini dikelilingi hutan hujan tropis yang masih sangat alami, sehingga menawarkan suasana tenang dan udara yang sejuk.
Ketika mencoba menyeberangi aliran sungai, Yanto dilaporkan terpeleset lalu terseret arus.
Dua rekannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun tidak berhasil menyelamatkan korban.
Usai kejadian, kedua rekan korban segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang untuk meminta bantuan pencarian.
Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin, mengatakan pihaknya menerima laporan resmi mengenai kecelakaan tersebut pada pukul 20.30 WIT dari Kasat Intel Polres Pegunungan Arfak, Haerun.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 WIT ketika tiga wisatawan berkunjung ke Air Terjun Memti. Saat menyeberangi sungai, korban terpeleset lalu terseret arus," ujar Yefri.
Yanto Idorway, presenter TVRI Papua Barat ditemukan meninggal dunia.
Yanto Idorway sebelumnya terpeleset hingga hanyut di Sungai Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIT.
Jasadnya ditemukan Senin (27/7/2026) pukul 11.05 WIT dalam posisi terjepit di antara bebatuan sungai.
Jasad Yanto ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, relawan, masyarakat, hingga pihak keluarga.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Atas nama Kapolda Papua Barat dan seluruh jajaran, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara Yanto Idorway," kata
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Trihadi Kuncahyo.
Dengan ditemukannya korban, sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung sejak 18 Juli 2026.
Kombes Trihadi menjelaskan, jasad korban ditemukan tidak jauh dari titik awal dirinya dilaporkan terjatuh.
"Korban ditemukan di aliran Sungai Memti, sekitar 10 meter dari lokasi awal diduga terjatuh dan hanyut," jelasnya.
Salah seorang warga yang turut dalam tim pencarian mengungkapkan saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi terjepit di antara bebatuan sungai.
Usai berhasil dievakuasi dari aliran sungai, jenazah almarhum langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Korban kini dievakuasi ke RSUD Manokwari diantar oleh tim gabungan bersama keluarga dan masyarakat," tambah Trihadi.
Proses pencarian presenter TVRI ini tidaklah mudah. Selama sembilan hari, tim gabungan harus berhadapan dengan berbagai kendala alam di kawasan Pegunungan Arfak.
Derasnya arus Sungai Memti, medan geografis yang terjal, serta cuaca ekstrem yang kerap berubah-ubah menjadi tantangan utama di lapangan.
Meski demikian, penyisiran tetap dilakukan secara intensif hingga korban ditemukan.
Kapolda Papua Barat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Bapak Kapolda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, Kepala Kampung Sisrang Septer Towansiba, tokoh adat, tokoh pemuda, serta relawan yang telah menunjukkan dedikasi dan sinergi selama pencarian," tutur Trihadi.