- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah muncul ancaman baru yang menyasar keluarga Presiden Donald Trump.
Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC disebut menerbitkan video mengenai keberadaan Melania Trump.
Dalam video itu ditampilkan sejumlah lokasi yang disebut sering dikunjungi Melania Trump.
Rekaman tersebut juga memuat gambar udara, peta, hingga ilustrasi pergerakan di sejumlah lokasi.
Tasnim mengklaim informasi itu diperoleh dari jaringan keamanan yang tidak disebutkan identitasnya.
Narasi dalam video tersebut kemudian memicu sorotan karena disebut membahas berbagai skenario penyerangan terhadap Melania Trump.
Di bagian akhir video, Barron Trump juga ikut disebut melalui pesan bertuliskan, "Barron Trump, tunggu kami."
Publikasi tersebut muncul di tengah meningkatnya seruan balas dendam dari sejumlah pihak di Iran setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pejabat dan media yang berafiliasi dengan Iran juga menyerukan pembalasan terhadap AS.
Sebelumnya, The New York Times melaporkan otoritas Amerika sedang menyelidiki ancaman yang dinilai kredibel terhadap Donald Trump dan Air Force One.
Laporan itu muncul setelah Presiden Trump diketahui sempat berganti pesawat usai menghadiri KTT NATO karena alasan keamanan.
Di Teheran, sejumlah spanduk bernada ancaman terhadap Donald Trump juga dilaporkan sempat dipasang di ruang publik.
Ancaman tersebut disebut menjadi bagian dari meningkatnya tensi politik dan keamanan antara Washington dan Teheran.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait isi video yang dipublikasikan media afiliasi IRGC tersebut.
Sementara itu, aparat keamanan AS dilaporkan terus memantau setiap ancaman yang berpotensi membahayakan Trump maupun anggota keluarganya.