Disorot Karena Kondisinya Lapuk, Penumpang Miniarta di Bogor Ungkap Curhatan Sopir Soal Nafkah
Vivi Febrianti July 28, 2026 11:07 AM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Transportasi Bus Miniarta yang mengaspal di Kota Bogor disorot karena kondisinya yang sudah lapuk dan mengkhawatirkan.

Saat ini hanya ada tujuh unit yang mengaspal dari Terminal Baranangsiang - Terminal Kampung Rambutan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor terus melakukan penilangan sebagai bagian dari penataan transportasi di Kota Bogor.

Salah seorang penumpang yang sering menggunakan Bus Miniarta, Agus (35) mengatakan, Bus Miniarta ini menurutnya masih sangat nyaman untuk digunakan.

Apalagi untuk dirinya yang kerap pulang ke Jatijajar Depok.

"Kalau saya kan memang setiap hari disini (Terminal Baranangsiang). Tapi, setiap hari juga pulang ke rumah pakai Miniarta," kata Agus saat berbincang dengan TribunnewsBogor.com di depan Terminal Baranangsiang, Selasa (28/7/2026).

Ongkos yang murah sangat membantu dirinya untuk pulang setiap hari.

"Kalau saya ongkosnya itu ya Rp 10 ribu lah. Berhubung saya sering disini jualan, jadi sering juga nebeng ikut ke sopirnya. Gratis jadinya," ujarnya.

Banyak sopir yang mengeluh kepadanya jika Pemkot Bogor memang sering melakukan penilangan.

Banyak sopir kebingungan saat ini.

Ia sendiri juga sudah mengetahui jika Bus Miniarta saat ini sedang disorot dan di Kota Bogor memang sedang dilakukan penataan transportasi.

"Satu sisi memang harus nurut sama petugas, satu sisi juga kan mereka bilangnya mau cari nafkah dimana lagi gitu. Ya rata-rata curhatnya gitu," ucapnya.

Ia menyarankan jika Bus Miniarta memang tetap  dihilangkan di Kota Bogor, harus ada bus penggantinya.

"Kalau saran saya yang memang sebagai penumpang, harus ada penggantinya aja. Ya terutama untuk jurusan ke Rambutan sama Depok," ujarnya.

Sementara itu, pantauan TribunnewsBogor.com, di Terminal Baranangsiang, beberapa unit masih mengaspal dan mencari penumpang tepat di depan terminal.

Mereka menunggu penumpang bergantian dengan sopir lain selama 20 menit.

Untuk kondisinya memang terlihat masih mampu untuk mengaspal.

Beberapa bagian bodi sudah berkarat termasuk ban depan sampai belakang.

Dibagian belakang terminal, ada tiga unit yang terparkir dan kondisinya sudah tidak layak.

Besi-besi berkarat dan banyak coretan vandalisme, sampai kursinya pun banyak yang rusak.

Beberapa unit malah mesinnya dicopot seperti akan diservis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.