TRIBUNTRENDS.COM - Kasus kematian satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (40), terus menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.
Sebelum ditemukan tewas mengambang dengan kedua tangan terborgol, korban ternyata sempat menunjukkan gelagat yang dianggap tidak biasa oleh keluarganya.
Momen tersebut diungkap langsung oleh sang istri saat menerima kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Sumarna ditemukan meninggal dunia di perairan Tanggul Kayat, Kabupaten Purwakarta, pada Jumat (24/7/2026), setelah sebelumnya tidak dapat dihubungi ketika menjalankan piket malam.
Sang istri mengaku tak pernah menyangka malam itu menjadi pertemuan terakhir dengan suaminya.
Sebelum berangkat bekerja, keduanya masih sempat berbincang seperti biasanya tanpa ada firasat akan terjadi sesuatu.
Sumarna diketahui meninggalkan seorang istri dan dua anak yang kini harus melanjutkan hidup tanpa sosok kepala keluarga.
Selama ini ia bekerja sebagai karyawan kontrak di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur dengan penghasilan sekitar Rp 4 juta per bulan dan menjalani sistem kerja bergantian antara shift siang dan malam.
Kisah mengenai percakapan terakhir pasangan tersebut diungkap sang istri saat berbincang dengan Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada Selasa (28/7/2026).
Baca juga: Istri Ungkap Gelagat Beda Satpam Waduk Jatiluhur Sebelum Tewas, Ucap Janji: Gak Seperti Biasanya
Sehari-harinya, Sumarna bekerja secara shift yakni shift siang dan malam.
"Waktu itu lagi shift malam," kata istri Sumarna dikutip dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Selasa (28/7/2026).
Saat dikunjungi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, istri Sumarna menceritakan gelagat sang suami sebelum hilang dan ditemukan tewas tenggelam.
Malam itu sebelum pergi bekerja, Sumarna sempat mengobrol dengan istrinya.
Namun, obrolan itu hanya sebatas obrolan biasa.
Menurut sang istri, saat itu ia sempat mengingatkan Sumarna untuk rapat di Kantor Desa.
"Gak cerita apa-apa, cuma ngobrol aja, beliau pulang shift malam anterin anak sekolah. Dia main HP sambil berbaring, saya ingatkan nanti malam ada rapat di desa, beliau kan anggota Linmas," tutur sang istri.
"Kalau dibagi siltap jangan lupa janji ayah ke mamah mau bayar wifi. Kata ayah iya nanti kalau dapat siltap dikasih ke mamah," lanjutnya.
Baca juga: Pilu Nasib Istri Satpam yang Ditenggelamkan di Waduk Jatiluhur, Sempat ke Pos Jaga di Tengah Malam
Saat itu almarhum pun berjanji akan memberikan uang pada sang istri.
"Iya nanti ayah kasih ke mamah," kata istrinya menirukan ucapan Sumarna.
Menurut sang istri, saat itu sebelum pergi bekerja shift malam Sumarna terlihat berbeda dari biasanya.
Sebab ia melihat sang suami seperti kelelahan.
Bahkan ia mengatakan kalau Sumarna malam itu pergi terlambat karena sedang lelah.
"Keluhan kelihatan capek, berangkat kemalaman, gak seperti biasanya," kata sang istri lagi.
Ia pun mengatakan kalau selama ini Sumarna tidak pernah bercerita ada masalah apapun.
"Selama ini gak pernah berkeluh kesah," katanya.
Pergi dari rumah sekitar pukul 19.00 WIB, Sumarna langsung menjalankan tugas pengamanan pada malam hari di kawasan Waduk Jatuluhur.
Sumarna diketahui masih mengenakan seragam dinas satpam ketika menjalakan tugas tersebut.
Namun, sekitar pukul 03.00 WIB, Sumarna dilaporkan mulai kehilangan kontak dan tidak dapat dihubungi oleh rekan-rekan kerjanya.
Karena khawatir, rekan kerja korban bersama kepala satpam melakukan pencarian di sejumlah titik kawasan Waduk Jatiluhur.
Pencarian dilakukan hingga Jumat pagi karena keberadaan korban belum juga diketahui.
Baca juga: Istri Satpam Waduk Jatiluhur Sempat Datangi Pos Dini Hari, Tak Ada Sumarna, Hanya Motor yang Kembali
Hingga akhirnya pada Jumat menjelang siang , Sumarna ditemukan dalam kondisi mengambang di perairan kawasan Tanggul Kayat.
Korban ditemukan pertama kali oleh petugas keamanan.
Saat ditemukan, tubuh Sumarna berada dalam posisi telungkup dan masih mengenakan seragam satpam.
Petugas juga mendapati kedua tangan Sumarna terborgol ke belakang.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara membenarkan kondisi korban saat ditemukan.
“Benar, saat ditemukan tangan korban dalam kondisi terborgol. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban,” kata Made, Jumat.
Petugas kepolisian bersama warga dan personel pengamanan Waduk Jatiluhur selanjutnya mengevakuasi jenazah korban dari perairan.
Jenazah dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan awal.
Polisi kemudian membawa jenazah ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, untuk menjalani otopsi pada Jumat sekitar pukul 18.00 WIB.
Setelah proses otopsi selesai, jenazah dipulangkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sumarna.
(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)