Foto Pria Berbaju Hitam Viral di Anambas di Tengah Isu Penculikan, Polisi Imbau Warga Tetap Tenang
Dewi Haryati July 28, 2026 03:07 PM

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Isu mengenai seorang pria berstelan hitam yang diduga hendak menculik anak-anak masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).  

Informasi tersebut menyebar luas melalui media sosial hingga grup WhatsApp warga dalam beberapa hari terakhir. 

Isu itu semakin menguat setelah muncul pengakuan seorang bocah perempuan berusia 8 tahun di Desa Ladan, Kecamatan Palmatak, yang mengaku nyaris menjadi korban pada Minggu (26/7/2026). 

Menurut keterangan yang diterima, anak tersebut mengaku didatangi seorang pria berpakaian serba hitam, mengenakan masker, serta membawa senjata tajam dan sebuah karung.

Merasa ketakutan, bocah itu berlari menyelamatkan diri. 

Korban kemudian bersembunyi di sebuah kamar yang memiliki akses langsung ke gudang rumah.

Aksi cepat itu membuat anak tersebut selamat dan pria yang disebut-sebut mendekatinya tidak berhasil melakukan tindakan lebih jauh. 

Foto Pria Berbaju Hitam Viral

Belum reda perbincangan mengenai peristiwa tersebut, kini kembali beredar sebuah foto pria berpakaian hitam di berbagai grup WhatsApp warga Anambas. 

Dalam foto yang beredar, pria itu diperkirakan berusia sekitar 45 tahun ke atas. Ia terlihat mengenakan pakaian serba hitam, menggunakan masker, serta memiliki rambut yang tampak sedikit pirang. 

Foto itu disertai narasi yang mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sosok tersebut. 

"Mohon waspada jika ada bertemu dan melihat orang ini karena orang ini mengincar anak-anak di bawah umur laki-laki maupun perempuan. Sangat membahayakan. Informasi PWRI.SMD," demikian bunyi narasi yang tersebar di grup WhatsApp. 

Di sisi lain, foto pria berbaju hitam tersebut juga sempat dijadikan bahan candaan oleh sejumlah warga.  

Salah satunya berupa gambar hasil editan yang memperlihatkan pria berpakaian hitam sedang menggendong seorang pria berbaju putih yang akrab disapa Mamang. 

Belakangan diketahui gambar tersebut merupakan hasil edit menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dibuat oleh seorang warga Teluk Durian bernama Fahri Hidayat. 

Saat dikonfirmasi TRIBUNBATAM.id, Fahri membenarkan bahwa dirinya mengedit foto tersebut hanya untuk keperluan bercanda bersama teman-temannya. 

"Yang baju hitam itu saya tidak tahu siapa. Nah, yang baju putih itu teman saya, Mamang. Saya edit pakai AI hanya untuk bercanda, lalu saya kirim di grup WhatsApp yang isinya teman-teman saya. Saya tulis seolah-olah Mamang sudah diculik pria berbaju hitam. Saya juga tidak tahu kalau akhirnya foto itu bocor ke mana-mana," ujar Fahri, Selasa (28/7/2026). 

Fahri mengatakan, setelah foto tersebut menyebar lebih luas, dirinya langsung memberikan penjelasan kepada Polsek Palmatak mengenai asal-usul gambar hasil edit tersebut. 

Ia mengaku khawatir karena sebagian masyarakat mengira dirinya merupakan orang yang pertama kali membuat, sekaligus menyebarkan narasi dugaan penculikan anak. 

"Saya tidak menarasikan penculikan anak. Dan kabar itu bukan dari saya yang menyebarkan. Saya hanya bercanda dengan foto editan AI yang menggabungkan pria berbaju hitam itu dengan teman saya yang berbaju putih," tegas Fahri. 

Kata Kapolres

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. 

Ia mengatakan, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh informasi yang beredar, termasuk menelusuri identitas pria dalam foto dan asal-usul narasi yang tersebar di media sosial maupun grup percakapan. 

"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Saat ini seluruh informasi yang beredar sedang kami dalami. Jangan mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," ujar AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka. 

Kapolres juga mengimbau warga untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat orang yang mencurigakan atau menemukan informasi yang disertai bukti kuat, sehingga dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur. 

Ia menegaskan bahwa kepolisian akan bekerja secara profesional dalam mengungkap fakta di balik isu yang berkembang agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak terpengaruh oleh kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya. 

Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak tanpa terpancing isu yang belum terverifikasi, serta menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian agar fakta yang sebenarnya dapat segera terungkap. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.