TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan maut kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Jepara.
Insiden lalu lintas ini melibatkan sebuah truk tronton dan sepeda motor di Jalan Raya Jepara–Bangsri, kawasan Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara.
Seorang pemotor bernama Saimatun (49), warga Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, mengembuskan napas terakhirnya akibat luka parah yang dialami.
Nyawa korban tak tertolong meski sempat dirujuk dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jepara, Iptu Ahmad Riyanto, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut melibatkan truk tronton nomor polisi K-9786-HC yang dikemudikan oleh Khusnul Imron (49), asal Kecamatan Kalinyamatan, serta sepeda motor bernomor polisi K-5838-BOC milik korban.
Dari penelusuran awal petugas, kedua kendaraan sebenarnya melaju searah dari arah Kota Jepara menuju Bangsri.
Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi truk tronton mencoba menyalip motor di depannya. Namun, manuver mendahului tersebut diduga kurang aman sehingga benturan tak terhindarkan.
"Karena jaraknya sangat dekat, dan sopir sepertinya tidak menguasai medan jalan, akhirnya terjadi kecelakaan," terangnya.
Detik-Detik Tabrakan Terekam Kamera CCTV
Detik-detik kecelakaan ini sempat terekam kamera pengawas (CCTV) setempat dan videonya viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, tampak bagian truk menyenggol sepeda motor yang berada di lajur kiri hingga membuat pengendara dan kendaraannya jatuh terpental ke jalanan.
Petugas yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban ke RSI Sultan Hadlirin Jepara.
Korban menderita luka berat di beberapa area vital, seperti kepala, perut, pipi, hingga betis.
Namun, takdir berkata lain, korban dinyatakan meninggal dunia usai mendapatkan perawatan.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman serta melengkapi berkas penyelidikan untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan tersebut.
Menyikapi insiden ini, Satlantas Polres Jepara kembali mewanti-wanti para pengguna jalan untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan, khususnya saat berniat mendahului kendaraan lain.
Iptu Ahmad Riyanto menekankan pentingnya konsentrasi dan kepekaan terhadap situasi lalu lintas sekitar demi menekan angka kecelakaan.
"Kami mengimbau agar dalam berkendara lebih hati-hati. Perhatikan kondisi dan lalu lintas di sekitar untuk mengantisipasi hal-hal yang dimungkinkan bisa terjadi, seperti antisipasi cepat ketika ada bahaya mengancam. Yang jelas utamakan keselamatan dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan kelengkapan dalam berkendara," imbaunya.
(TribunBatam.id)