Fotografer Klaim Plang Malioboro Milik Pribadi, Getok Tarif ke Wisatawan, Dispar Yogyakarta Tindak
ninda iswara July 28, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Wisatawan di kawasan Malioboro Yogyakarta mengeluhkan ulah oknum fotografer di sekitaran.

Mereka menjadi korban ulah oknum fotografer yang semena-mena.

Pemilik akun Threads @its_lisstyy menceritakan ulah oknum fotografer yang bisa mencoreng imej Malioboro Yogyakarta.

Unggahan akun Thread tersebut banyak dikomentari, disukai dan di-repost hingga menuai beragam reaksi.

Pemilik kaun menceritakan awalnya ia berniat merekam video suasana Malioboro.

Ia menyorot plang Jalan Malioboro permanen yang berlokasi di seberang Indomaret Point dan Bakpia Pathok 145.

Tiba-tiba saja ia dihampiri seorang oknum fotografer yang mengklaim bahwa fasilitas publik tersebut miliknya.

Mirisnya, oknum fotografer tersebut juga mematok tarif ke wisatawan.

Baca juga: Menuju Malioboro Yogyakarta Full Pedestrian, Catat Lokasi Parkirnya, Ada yang Dinonaktifkan

Si oknum fotografer menawarkan jasa foto di plang Jalan Malioboro dengan tarif Rp 5 ribu.

"Tukang foto di malioboro tuh kenapa nyebelin bgt yak. Mau take video cinematic di plang malioboro itu eh tp ada oknum bilang gini 'ini properti kami kalo berkenan difotokan cuma 5k aja' padahal yak itu kan punya pemerintah," tulis si pemilik akun menceritakan apa yang dialaminya.

Keluhan dari warganet lain pun bermunculan.

Mereka jika dipaksa untuk menggunakan jasa oknum fotografer tersebut.

Bahkan si oknum juga mengokupasi tempat duduk publik secara sepihak tanpa permisi.

Mereka dipaksa untuk mengalah dan menggunakan jasanya.

Dinas Pariwisata DIY Bertindak

Polemik yang sempat meresahkan wisatawan di kawasan Malioboro akhirnya mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata DIY.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menyampaikan tanggapan resmi sekaligus memberikan teguran keras terkait kejadian tersebut.

Ia juga menyoroti munculnya fenomena baru, yakni sejumlah fotografer yang membawa plang tiruan sendiri untuk menawarkan jasa foto kepada para pengunjung.

Menurut Imam, persoalan itu perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas.

Menyinggung dugaan pencegatan di plang resmi milik pemerintah, ia menyampaikan sikap tegas dari pihaknya.

"Secara umum Kami menyesalkan apabila benar terjadi peristiwa tersebut pada Plang jl. Malioboro yang dipasang oleh Pemerintah, yang saat ini menjadi ikon Pariwisara," kata Imam.

Ia menambahkan, instansi terkait di tingkat Kota Yogyakarta akan segera melakukan penertiban dan pembinaan untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang.

"Namun fenomena saat ini, ada beberapa Fotografer membawa plang sendiri dan menawarkan jasanya kepada wisatawan untuk berfoto dengan plang tersebut di area termaksud . Berdasarkan koordinasi dengan Dispar Kota Yogya, informasi ini telah diketahui sepenuhnya oleh Pemkot Yogya, dan pada hari Kamis tanggal 30 Juli akan dilakukan pembinaan oleh UPT Cagar Budaya di bawah Dinas Kebudayaan Kota Yogya," lanjut Imam.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban di kawasan wisata sekaligus melindungi citra Malioboro sebagai ikon pariwisata Yogyakarta.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan suasana wisata yang aman dan nyaman bagi setiap pengunjung.

Menurut Imam, kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama karena sektor pariwisata memiliki peran penting bagi perekonomian daerah.

"Yang terpenting bagi Dispar DIY adalah memastikan wisatawan memperoleh rasa aman, nyaman, dan menyenangkan saat berwisata di Yogyakarta," pungkas Imam.

(TribunTrends/Ninda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.