Terungkap Fakta Baru Kematian Karumga Febrie Adriansyah, Sutrimo Sudah Meninggal Sebelum Tiba di RS
khairunnisa July 28, 2026 03:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terungkap fakta baru kasus kematian Karumga Febrie Adriansyah, Sutrimo.

Ternyata Sutrimo sudah dinyatakan meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.

Korban kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, tetapi dinyatakan telah meninggal saat tiba di rumah sakit. 

Berdasarkan informasi yang beredar di grup wartawan dan media sosial, Sutrimo merupakan kepala rumah tangga (karumga) di rumah dinas eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Perihal kasus tersebut, pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring membenarkan menerima jasad pria bernama Sutrimo pada Kamis (23/7/2026) pagi. 

Tim legal RS Muhammadiyah, Ahmad mengatakan, saat itu Sutrimo tiba dengan kondisi sudah tak bernyawa. 

“Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim medis Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, pasien dinyatakan telah meninggal,” kata Ahmad ditemui di rumah sakit, Senin (27/7/2026). 

Dokter di Unit Gawat Darurat (UGD) menyatakan Sutrimo sudah meninggal dalam perjalanan (death on arrival, DoA). 

Oleh karena itu, tak ada pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan selain pemeriksaan luar. 

Saat itu, dokter juga tak menemukan adanya kekerasan fisik pada tubuh luar Sutrimo. 

“Jadi tim medis kami sudah melakukan pemeriksaan EKG dan dinyatakan memang hasilnya flat, datar. Jadi ya memang sudah meninggal pada saat pasien sudah datang. Dan tidak dilakukan tindakan medis apa pun karena sudah meninggal,” jelas Ahmad. 

Baca juga: Penampakan Surat Soal Kematian Sutrimo, Diduga Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Ditandatangan Jaksa?

Menurut rekaman CCTV, jasad Sutrimo diantarkan oleh empat orang dengan ambulans dari luar rumah sakit. 

Saat itu, Sutrimo yang berselimut biru dibawa dengan brankar, yang diserahkan kepada dokter. 

Menurut Ahmad, saat tiba di rumah sakit, tak ada busa yang ditemukan pada Sutrimo, seperti informasi yang beredar. 

“Nah, sampai di kami, busa itu kami tidak melihat. Ya, kami enggak tahu itu ya, karena memang sampai di kami, ya pas dibuka ya enggak ada,” jelas Ahmad. 

Setelah itu, jasad Sutrimo dibersihkan, lalu dikembalikan lagi kepada empat orang yang membawanya tadi. 

Menurut mereka, Sutrimo akan dibawa ke keluarganya di Banyumas. 

Pihak rumah sakit tak tahu menahu tentang status pekerjaan Sutrimo. 

Sebab, mereka hanya mencatat data standar seperti nama, usia, tempat dan tanggal lahir. 

Kata polisi 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto belum bisa menyebut secara pasti penyebab tewasnya Sutrimo. 

Ia juga belum dapat memastikan apakah Sutrimo tewas dibunuh atau tidak. 

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut. 

Selain itu, polisi juga mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal korban ditemukan, serta informasi lain yang berkaitan dengan kasus tersebut. 

Terkait dengan identitas Sutrimo apakah karumga di rumah Febrie, pihak kepolisian buka suara.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Budi menyatakan penyidik masih mendalaminya. 

"Masih didalami," ucap dia.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.