5 Ruko di Pasar Ngemplak Terbakar, Diduga Korsleting Alat Pendingin Makanan
Rendy Nicko July 28, 2026 01:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Lima ruko di Pasar Ngemplak di Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung terbakar pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik untuk alat pendingin di salah satu ruko.

“Kerugian akibat kebakaran ini sekitar Rp 70 juta,” ujar Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Puji Hartanto, Selasa pagi.

Ruko yang terbakar milik Yogi Handoko sebanyak 2 ruko, milik Supartin 2 ruko, dan Fina Agustina 1 ruko.

Baca juga: Rumah Lansia di Blitar Ludes Terbakar Diduga Akibat Obat Nyamuk Bakar, 4 Motor dan Perhiasan Hangus

Kebakaran pertama diketahui seorang warga bernama Andrik Setiawan yang beraktivitas di pasar grosir sayur mayur ini.

Ia mencium aroma kabel yang terbakar, lalu mendekar barang yang terbakar.

“Setelah dicari ternyata api berkobar dari salah satu ruko. Beberapa warga berusaha mendobrak pintu kios buah yang diduga menjadi sumber api,” sambung Puji.

Ruko yang pertama terbakar milik Supartin yang menjual nanas.

Warga berhasil mendobrak ruko namun saat itu api sudah sangat besar.

Api dengan cepat merembet ke bangunan lain di sebelahnya.

“Warga sudah berusaha memadamkan api dengan alat apa saja yang ada, tapi gagal karena api sudah terlanjur membesar,” ungkapnya.

Kejadian ini lalu dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran.

Usai berhasil dipadamkan, Yogi Handoko mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta, Fina mengalami kerugian Rp 10 juta, dan Supartin mengalami kerugian Rp 10 juta.

“Dari hasil olah TKP bahwa Kebakaran Kios tersebut terbakar karena korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tandas Kompol Puji.

Sementara petugas pemadam kebakaran mengerahkan 3 unit mobil pemadam kebakaran miliknya ditambah 1 mobil penyuplai air.

Menurut Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Bambang Pidekso, kebakaran diduga dari korsleting pada panel alat pendingin

Api berkobar di dalam ruangan ruko yang tertutup, lalu membesar dan membakar atap.

“Setelah itu api menjalar ke bangunan lain di sekitarnya karena bangunan ruko ini kan berjajar,” tuturnya.

Bambang mengingatkan agar warga memperhatikan instalasi listrik di rumah atau tempat usahanya karena  punya potensi menyebabkan kebakaran.

Instalasi yang tidak standar dan penggunaan alat listrik berlebih sering jadi sumber api.

Hindari koneksi stop kontak yang sudah longgar karena bisa menyebabkan percikan api, atau sering disebut ngefong.

“Satu stop kontak dipasang T, lalu dipakai untuk sejumlah alat, itu juga rawan. Ngecas (isi daya) HP di atas kasur sebaiknya juga dihindari,” pungkasnya. 

(David Yohanes/TribunMataraman.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.