Polisi Bongkar Fakta Obrolan Satpam Jatiluhur, Status WhatsApp Ternyata Bukan Miliknya
Laksmi Anindita July 28, 2026 01:56 PM

TRIBUNWOW.COM - Polisi mengklarifikasi informasi yang beredar mengenai percakapan satpam Perum Jasa Tirta II, Sumarna, dengan sejumlah pemuda sebelum ditemukan meninggal di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Penyidik menegaskan belum ada tersangka dalam perkara tersebut dan masih mendalami seluruh rangkaian kejadian.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara juga memastikan video yang beredar dan disebut sebagai status WhatsApp terakhir korban bukan dibuat oleh Sumarna, melainkan milik rekannya.

Sumarna ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026). Sebelumnya, muncul dugaan bahwa korban sempat berselisih dengan kelompok pemuda yang diduga melakukan aksi vandalisme di kawasan waduk.

Namun, Kepala Desa setempat membantah adanya konflik tersebut. Dalam wawancara bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, ia menjelaskan Sumarna hanya menanyakan kepada sejumlah pemuda mengenai aksi coret-coret yang ditemukan di tanggul Waduk Jatiluhur.

Menurut kepala desa, terdapat coretan bertuliskan "RPM" dan "GBR" di lokasi. Sumarna kemudian meminta apabila ada yang merasa membuat coretan tersebut agar bersedia menghapusnya.

"Dia menanyakan ini siapa yang mencorat-coret ini. Kalau memang merasa mencoret, tolong dihapus saja," ujar kepala desa.

Kepala desa menegaskan tidak terjadi keributan maupun cekcok antara korban dan para pemuda. Karena itu, dugaan yang mengaitkan pertemuan tersebut dengan penyebab kematian korban belum dapat dipastikan.

Sementara itu, AKP I Made Purwantara menyatakan video yang beredar di media sosial bukan merupakan status WhatsApp milik korban.

"Itu bukan status korban, melainkan milik rekannya," kata AKP I Made Purwantara.

Polisi membenarkan adanya aksi vandalisme di sekitar Waduk Jatiluhur dan masih mendalami keterangan para saksi. Hingga kini, penyidik telah memeriksa 15 saksi yang terdiri atas keluarga korban, rekan kerja di Perum Jasa Tirta II, kerabat, serta warga sekitar lokasi kejadian.

Selain memeriksa saksi, penyidik juga telah menerima hasil autopsi dan masih melakukan analisis untuk mengungkap penyebab serta rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal. Polisi juga menegaskan informasi mengenai penangkapan pelaku yang beredar di media sosial tidak benar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.