Tingkatkan Kesehatan Ternak, Mahasiswa Ciptakan Inovasi Alat Deteksi Kualitas Udara Berbasis IoT
Nanda Lusiana Saputri July 28, 2026 03:21 PM

TRIBUNNEWS.COM - Berdasarkan data Sensus Pertanian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik  (BPS), Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu lumbung ternak terbesar di Jawa Tengah.

Populasi ternak besar seperti sapi potong di Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu yang tertinggi di wilayahnya, dengan jumlah yang mencapai lebih dari 130.000 ekor. 

Banyaknya aktivitas peternakan rakyat ini membuat pengelolaan lingkungan, khususnya kualitas udara di sekitar kandang, menjadi hal yang krusial untuk diperhatikan.

Melihat potensi dan tantangan tersebut, Mahasiswa Universitas Tiga Serangkai meluncurkan inovasi alat pendeteksi kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. 

Kolaborasi mahasiswa dari tiga program studi, yakni Rekayasa Komputer, Sistem Informasi, dan Teknologi Informasi itu menghasilkan alat khusus yang mampu memantau parameter kualitas udara di sekitar kandang ternak secara real-time. 

Alat ini mendeteksi kadar gas emisi seperti amonia, suhu, serta tingkat kelembaban lingkungan untuk mengantisipasi bau menyengat yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga.

Dengan integrasi sistem IoT, seluruh data yang ditangkap oleh sensor di area kandang akan dikirim langsung ke peladen (server) dan dapat diakses oleh peternak dari jarak jauh melalui perangkat digital.

Sistem ini memungkinkan warga Jatirejo melakukan deteksi dini dan mengambil tindakan preventif jika kondisi udara di sekitar peternakan mulai memburuk atau melewati ambang batas aman.

Selain memasang alat, para mahasiswa juga memberikan edukasi dan pendampingan teknis kepada warga setempat mengenai cara membaca data serta merawat perangkat tersebut. 

Langkah ini dilakukan agar sistem pemantauan dapat terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca juga: Siswa SD Perlu Paham Bedanya Bercanda dan Bullying, Ini Cara Mahasiswa UNS Mengajarkannya

Fitur Lengkap Smart Livestock Health System

Mahasiswa Universitas Tiga Serangkai Prodi S1 Sistem Informasi, Yusuf Cahyo Nugroho menjelaskan detail teknis parameter yang dapat dipantau oleh perangkat ini.

Yusuf menyebut, inovasi teknologi yang ia ciptakan ini menerapkan Smart Livestock Health System. Sehingga kondisi lingkungan kandang bisa dipantau secara real time.

"Saya merasa bangga dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat."

"Dengan informasi tersebut, peternak dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat dalam menjaga kesehatan ternak serta meningkatkan produktivitas peternakan," ungkap Yusuf kepada Tribunnews Solo, Selasa (28/7/2026).

Baca juga: Ratusan Pelajar dan Mahasiswa dari 5 Negara Ramaikan Kompetisi Pariwisata TRISHCO 2026

Respon Positif Peternak

Mahasiswa Ciptakan Inovasi Alat Deteksi Kualitas Udara Berbasis IoT sass
INOVASI KARYA MAHASISWA - Mahasiswa Universitas Tiga Serangkai meluncurkan inovasi alat pendeteksi kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Alat ini mendeteksi kadar gas emisi seperti amonia, suhu, serta tingkat kelembaban lingkungan untuk mengantisipasi bau menyengat yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga.

Pemasangan alat pemantau udara IoT ini langsung dirasakan manfaatnya oleh para peternak lokal. 

Dicky Irawan, salah seorang peternak di Jatirejo, mengungkapkan sudut pandangnya terkait kondisi kebersihan area kandang pascapemasangan alat.

"Setelah dilakukan pemasangan alat, saya menyadari bahwa pengelolaan kawasan kandang sapi perlu mendapat perhatian lebih. Aktivitas sapi yang keluar masuk area kandang dapat menimbulkan debu, terutama saat kondisi lantai kering, sehingga berdampak pada kebersihan dan kualitas lingkungan kandang."

"Dari sudut pandang peternak, menjaga kebersihan area kandang merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi ternak," tutur Dicky Irawan.

Baca juga: Pemerintah Kirim Ribuan Mahasiswa ke NTT untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Wujud Pengabdian Mahasiswa ke Masyarakat

Pengembangan sistem ini mendapat apresiasi penuh dari pihak akademisi kampus.

Dosen D3 Sistem Informasi Universitas Tiga Serangkai, Sri Hariyati Fitriasih, menegaskan inovasi tersebut lahir sebagai jawaban atas kebutuhan riil peternak setempat.

"Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa hasil riset dan inovasi yang dikembangkan di Universitas Tiga Serangkai dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat."

"Smart Livestock Health System berbasis Internet of Things (IoT) dirancang sebagai alat bantu bagi peternak untuk memantau kondisi lingkungan kandang secara real-time, sehingga keputusan yang diambil dapat lebih cepat, tepat, dan berbasis data," ujar Sri Hariyati Fitriasih.

Tak hanya itu, inovasi alat pendeteksi kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat guna mewujudkan gerakan 'Kampus Berdampak.'

Karena mahasiswa dari Prodi Rekayasa Komputer, Sistem Informasi, dan Teknologi Informasi ini turun langsung ke pemukiman warga untuk mengaplikasikan ilmu dan teori yang selama ini dipelajari di bangku kuliah menjadi solusi konkret di lapangan. 

Inovasi yang mereka kembangkan juga disesuaikan dengan karakteristik wilayah Kabupaten Wonogiri yang merupakan lumbung ternak.

Program Kampus Berdampak yang dilaksanakan di Kecamatan Girimarto ini juga menegaskan komitmen Universitas Tiga Serangkai dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi teknologi yang relevan dan menyentuh langsung kebutuhan hajat hidup masyarakat.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.