TRIBUNWOW.COM - Kondisi anak perempuan KD, pria yang meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan di Kabupaten Tabanan, Bali, masih mendapat pendampingan psikologis. Anak tersebut dilaporkan mengalami trauma, kecemasan, serta gangguan tidur setelah kehilangan ayahnya secara tiba-tiba.
Psikolog Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, Tasya Yumika, mengatakan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis anak.
Peristiwa itu terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7/2026) dini hari. KD sebelumnya diduga mengambil ayam aduan milik warga sebelum terjadi pengeroyokan yang kini diproses secara hukum.
Polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni MJ, WS, KB, MK, dan ND. Proses hukum terhadap perkara tersebut masih berjalan.
Menurut Tasya Yumika, hasil asesmen awal menunjukkan anak korban mengalami trauma psikis, kecemasan, dan gangguan tidur. Kondisi itu muncul terutama ketika anak berada dalam situasi yang mengingatkannya kepada sang ayah.
"Anak sedang menghadapi peristiwa kehilangan yang sangat berat. Sehingga respons emosionalnya cukup lumayan. Ada beberapa hal yaitu trauma psikis tentunya," ujar Tasya, dikutip dari Kompas.com, Senin (27/7/2026).
Tasya menjelaskan anak kini mulai mampu bercerita mengenai perasaannya. Namun, ia masih membutuhkan pendampingan agar proses pemulihan psikologis dapat berjalan dengan baik.
Dinsos P3A Kabupaten Buleleng memastikan pendampingan akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi anak dan lingkungan sekitarnya. Untuk anak usia sekolah dasar, psikolog menggunakan pendekatan seperti menggambar agar anak lebih mudah mengekspresikan emosi dan perasaannya.
Selain itu, tim pendamping juga mengantisipasi dampak dari beredarnya video kejadian di media sosial yang dikhawatirkan dapat memperberat kondisi psikologis anak. Saat ini, fokus utama pendampingan adalah membantu anak kembali merasa aman dan menjalani aktivitas sehari-hari secara bertahap.(*)