Rencana Patung Charlie Chaplin di Denpasar Dapat Sorotan, Minta Pembangunan Jangan Gunakan APBD
Ida Ayu Suryantini Putri July 28, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rencana pembangunan Patung Charlie Chaplin di depan Inna Bali Hotel, Jalan Veteran Denpasar terus mendapat sorotan.

Dalam rapat paripurna di DPRD Denpasar pada Selasa, 28 Juli 2026, Fraksi PSI-Nasdem DPRD Kota Denpasar kembali menyoroti rencana tersebut. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi PSI-Nasdem DPRD Kota Denpasar, Agus Wirajaya.

Menurutnya, memilih sosok Charlie Chaplin perlu dikaji ulang mengingat banyaknya tokoh sejarah dunia dan nasional yang juga memiliki jejak historis di lokasi tersebut.

Baca juga: INFLASI Tertinggi di Kota Denpasar, TPID Tawarkan Strategi 4K, Kondisi Bali-Nusra di Atas Nasional!

"Selain Charlie Chaplin, ada cukup banyak tokoh dunia yang pernah menginap atau singgah di Inna Bali Hotel, seperti Mahatma Gandhi, Jawaharlal Nehru, Ratu Elizabeth II, Presiden Filipina Elpidio Quirino, hingga Bung Karno," paparnya.

Agus menilai kehadiran tokoh-tokoh tersebut lebih memiliki keterkaitan historis dan kebermanfaatan langsung bagi pihak Inna Bali Hotel ketimbang pemerintah daerah secara umum.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pembiayaan patung tersebut tidak dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar.

Baca juga: Pembangunan RKB di SDN 14 Pemecutan Denpasar 27,68 Persen, Dewan Minta Tak Ada Pengurangan Struktur

"Akan lebih baik bila patung tersebut dibangun oleh pihak hotel dan tidak menggunakan dana APBD Kota Denpasar. Tentu hal ini perlu dikomunikasikan lebih lanjut dengan pihak pengelola Inna Bali Hotel," kata Agus.

Sementara terkait penataan kawasan Heritage Gajah Mada, Agus menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara nilai historis, tradisi, budaya, serta arsitektur dan lansekap khas Kota Denpasar tanpa mengabaikan faktor keamanan masyarakat.

"Dalam proses penataan Kawasan Heritage Gajah Mada, kami berharap pemerintah memperhatikan keselarasan nilai historis dengan nilai tradisi dan budaya serta arsitektur dan lansekap Kota Denpasar, dengan tetap memperhatikan kaidah keamanan dan keselamatan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: BNNP Bali Gerebek Tempat Hiburan Malam Denpasar Dini Hari, 23 Pengunjung Positif Narkoba

Ia menambahkan bahwa muara dari penataan kawasan bersejarah tersebut harus membawa dampak positif nyata bagi warga sekitar. 

Selain aspek estetika dan sejarah, yang terpenting adalah bagaimana penataan ini memberi nilai tambah sosial-ekonomi bagi masyarakat.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengaku sependapat dengan saran dari Dewan.

Menurutnya, rencana itu baru sebatas usulan dan ide.

Karena di sana ada nilai historis, bahwa hotel itu memiliki ikon pernah dikunjungi Charlie Chaplin. 

"Kalau bisa kita harapkan kan hotel, dan kita akan bicara sesama pusatnya biar dari hotellah yang membangun, bukan dari kami. Kami takut ada yang salah. Itu kan namanya usulan ide. Harapan kami kan hotel yang membangun itu sehingga itu bisa menjadi daya tarik baru terhadap kunjungannya ke hotel tersebut. Itu harapan kita seperti itu," kata Jaya Negara.

Terkait anggaran yang sudah disiapkan, Jaya Negara mengatakan masih bisa dialihkan ke penataan lain.

"Itu kan masih boleh. Ada istilahnya itu adendum, CCO istilah sekarang itu. Karena kami juga akan lebih fokus, misalkan kalau di Sulawesi belum ditemukan kesepakatan, kita akan balik bawa ke penataan di sekitar Puputan. Itu nanti yang kami lakukan," katanya. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.