TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kampar, Purwadi mengungkap tradisi kandidat ketua umum menjelang muktamar.
Musyawarah tertinggi ke-35 tersebut akan digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27-31 Agustus 2026.
Mantan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kampar ini mengatakan, kandidat biasanya akan sowan dan bersilaturahmi.
"Misalnya yang mau maju 10 orang. Calon ketua umum biasanya pasti sowan-sowan kiai-kiai sepuh. Ini sudah tradisi," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (28/7/2026).
Para kandidat meminta nasihat dari kiai. Salah satu saran kiai, agar kandidat bersilaturahmi ke daerah-daerah sekaligus untuk melihat respons dari warga NU.
Ia mengemukakan, ada tokoh yang kabarnya akan mencalonkan diri telah bersilaturahmi ke Riau.
"Saya pastikan, datang ke Riau atas arahan kiai sepuh," katanya.
Baca juga: Dapat Peringatan Terakhir, Sebagian Pedagang Sudah Kosongkan Jalan Teratai Pekanbaru
Baca juga: Perlawanan Warga Tak Hentikan Penertiban PETI di Kuansing Riau, Peralatan Tambang Dibakar Polisi
Ia menyebut figur yang telah berkunjung ke Riau, salah satunya adalah tokoh dari Jawa Tengah. Hal serupa juga biasanya akan dilakukan oleh figur yang namanya telah digadang-gadang maju.
Menurut dia, tradisi itu menunjukkan sikap hormat kepada sesepuh. Para tokoh masih memiliki banyak waktu untuk bersilaturahmi. Ada sebulan.
Ia belum pernah ikut dalam diskusi lintas tokoh NU di Kampar maupun Riau yang membahas muktamar. Menurut dia, diskusi tentang muktamar belum begitu hangat karena terbilang masih lama.
"Masih lama. Masih ada sebulan lagi," kata mantan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kampar ini.
Ia memastikan, nahdliyin di Kampar tetap solid dan akan menunggu hasil muktamar. Warga NU akan menerima dengan baik apa pun hasil muktamar.
"Orang NU itu samina wa athona. Pasti akan menunggu pencalonan dan hasil muktamar," tandasnya. (Fernando Sihombing)