Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Selasa 28 Juli 2026 Siang
Muhammad Fatoni July 28, 2026 03:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 29 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-17 mm dan lama gempa 31.85-141.01 detik.

Selain itu, tercatat pula 8 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 9-36 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 10.5-20.94 detik.

Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 66.96 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan terakhir BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga siang ini, Selasa (28/7/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Sementara cuaca teramati berawan, angin lemah ke arah timur.

Suhu udara sekitar 21.4-25°C. Kelembaban 65-85.4 persen. Tekanan udara 874-917 mmHg.

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Selasa 28 Juli 2026 Pagi: Teramati 4 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Krasak

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.