PBB Desak Israel Akhiri Pendudukan di Lebanon Selatan
Khairisa Ferida July 28, 2026 04:00 PM

Liputan6.com, Beirut - Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk pada Senin (27/7/2026) mendesak Israel mengakhiri pendudukan atas wilayah luas di Lebanon selatan dan menghentikan penghancuran rumah warga. Desakan itu disampaikan beberapa hari menjelang putaran baru perundingan langsung antara pejabat Lebanon dan Israel.

Turk menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan The Associated Press saat mengakhiri kunjungannya ke Lebanon, yang menjadi lawatan keduanya ke negara itu dalam kurun waktu sedikit lebih dari satu tahun. Selama kunjungan, ia bertemu dengan pejabat pemerintah, perwakilan masyarakat sipil, serta warga Lebanon yang mengungsi akibat perang antara Israel dan kelompok militan Hizbullah.

Kunjungan Turk berlangsung sekitar sepekan sebelum pejabat Lebanon dan Israel dijadwalkan bertemu di Roma untuk membahas pelaksanaan kesepakatan kerangka yang dicapai pada 26 Juni. Kesepakatan itu memuat rencana pengerahan militer Lebanon ke sejumlah wilayah di bagian selatan negara tersebut, penarikan pasukan Israel, serta pelucutan senjata Hizbullah.

Hizbullah menolak perundingan langsung itu dan menegaskan tidak akan melucuti senjatanya.

Turk mengatakan sejumlah tindakan Israel di Lebanon berpotensi tergolong sebagai kejahatan perang. Pernyataannya sejalan dengan kritik berbagai kelompok hak asasi manusia atas penghancuran besar-besaran di sejumlah kota dan desa, serta tewasnya puluhan tenaga medis dan jurnalis.

"Penghancuran semacam ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional," kata Turk.

Ia menyebut kehancuran rumah-rumah warga sipil yang terjadi sebagai penghancuran secara menyeluruh.

Israel menyatakan serangan-serangannya ditujukan kepada personel dan infrastruktur Hizbullah. Israel menuduh kelompok tersebut bersembunyi di tengah warga sipil.

Militer Israel juga mengklaim telah menemukan gudang senjata dan jaringan terowongan milik Hizbullah di wilayah Lebanon selatan yang diduduki Israel.

Konflik terbaru pecah pada 2 Maret, ketika Hizbullah menembakkan roket ke arah Israel menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari yang memicu perang dengan Iran. Israel kemudian melancarkan serangan udara dan invasi darat ke Lebanon. Konflik tersebut menewaskan lebih dari 4.000 orang dan memaksa 1,2 juta warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Militer Israel hingga kini masih menduduki puluhan kota dan desa di Lebanon selatan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.