Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo memperkitakan inflasi DIY pada Juli 2026 masih terjaga.
Menurut dia, inflasi DIY pada Juli diperkirakan lebih rendah dari Juni 2026. Namun, masih ada kemungkinan sama seperti Juni 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, inflasi bulanan pada Juni 2026 sebesar 0,37 persen.
Susilo mengatakan pendidikan menjadi salah satu kelompok pengeluaran yang dapat mendorong inflasi. Pasalnya, bulan Juli identik dengan penerimaan siswa baru. Praktis akan mendorong biaya pendidikan, mulai dari seragam, alat tulis, sepatu, dan keperluan sekolah lainnya.
"Pendidikan itu untuk pembelian buku, alat tulis, seragam, sepatu, dan macam-macam, bisa cost push artinya pendidikan menengah, dasar bisa memengaruhi. Angka-angkanya kecil, tapi tetap ada cost push," katanya, Selasa (28/7/2026).
Selain pendidikan, kenaikan sejumlah bahan pangan juga dapat mendorong laju inflasi DIY. Seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan. Praktis permintaan sejumlah komoditas juga mengalami peningkatan.
Ia menyoroti adanya kenaikan harga pada telur dan ayam ras. Kedua komoditas tersebut menjadi penopang protein pada program MBG.
"Harga daging ayam potong dan telur ini kan waktu liburan turun, tetapi setelah program MBG harganya naik lagi. Karena anak-anak sekolah masuk, MBG berkegiatan lagi, demand pull (permintaan meningkat), kemudian inflasi naik. Ujung-ujungnya cost push juga," ujarnya.
Di sisi lain, ia juga melihat masih adanya dampak liburan sekolah pada awal Juli. Pada awal Juli 2026, gelombang wisatawan masih berdatangan ke DIY yang mendorong inflasi pada sejumlah kelompok pengeluaran seperti akomodasi dan makan minum, transportasi, dan lain-lain.
"Kalau prediksi optimis ya lebih rendah. Karena kalau Juni kemarin kan full liburan. Liburannya lebih panjang. Kalau prediksi moderat ya hampir sama dengan Juni 2026. Tapi tidak ada lonjakan signifikan," imbuhnya. (maw)